GemaWarta – 18 April 2026 | Semarang, 18 April 2026 – Partai Demokrat memperkuat fondasi internal menjelang Pemilu 2029 melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV yang digelar di Hotel Tentrem. Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Ketua DPD Jawa Tengah Rinto Subekti, menjadi ajang konsolidasi kader dari seluruh provinsi.
Herman Khaeron menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk melakukan refleksi dan menyusun proyeksi kemenangan. “Musda IV Demokrat Jateng merupakan kesempatan bagi kita untuk menilai pencapaian, memperkuat silaturahmi, dan menyiapkan mesin partai yang lebih efektif,” ujarnya dalam sambutan pembukaan. Ia menambahkan bahwa konsolidasi internal harus diwarnai dengan nilai kebersamaan, sehingga seluruh elemen partai dapat bergerak selaras menghadapi kontestasi politik yang akan datang.
AHY, dalam arahan melalui telekonferensi, menyoroti tiga pilar utama yang harus dijalankan kader: rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan. Pertama, rapatkan barisan menekankan pentingnya soliditas internal. “Tanpa kebersamaan dan kerja bersama, tidak mungkin kita menjadi partai yang sukses. Perbedaan wajar, namun jangan sampai melukai rumah sendiri,” tegasnya. Kedua, bangun kekuatan menekankan kualitas organisasi dan kompetensi kader. AHY mengingatkan bahwa partai harus memiliki kader yang militan, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik. Ketiga, rebut kemenangan menekankan strategi akar rumput di Jawa Tengah, provinsi dengan 35 kabupaten/kota dan basis pemilih signifikan.
Strategi akar rumput yang diusung AHY menitikberatkan pada keterlibatan kader di tingkat desa dan kelurahan. “Pastikan masyarakat di setiap sudut Jawa Tengah mengetahui bahwa Demokrat tetap eksis, memperjuangkan aspirasi mereka melalui kader yang diberi amanah di eksekutif maupun legislatif,” ujar AHY. Ia menekankan bahwa partai tidak boleh menunggu simpati publik, melainkan harus proaktif merebut hati dan pikiran rakyat melalui kegiatan lapangan, dialog, dan program yang relevan.
Selain arahan AHY, Herman Khaeron mengingatkan kader untuk menyingkirkan motivasi pribadi seperti jabatan tinggi. “Tujuan kita bukan untuk meraih posisi DPD atau jabatan lainnya, melainkan kemenangan bersama pada Pemilu 2029,” tegasnya. Ia memuji ketangguhan kader Demokrat di Jawa Tengah yang telah menghadapi dinamika politik dengan konsistensi.
Rinto Subekti, Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah, menambahkan bahwa Musda IV menjadi platform penting untuk menyelaraskan visi dan misi partai dengan kebutuhan konstituen lokal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara struktur DPP, DPD, dan DPC se-Jawa Tengah, serta perlunya inovasi dalam kampanye digital dan tradisional.
Seluruh rangkaian Musda IV juga melibatkan diskusi kelompok kerja yang membahas taktik kampanye, pemetaan pemilih, serta program unggulan yang akan diusung pada pemilu mendatang. Hasil diskusi tersebut akan dirangkum dalam dokumen strategi partai yang akan menjadi acuan bagi semua tingkat organisasi hingga 2029.
Dengan mesin partai yang dipanaskan melalui konsolidasi, silaturahmi, dan strategi akar rumput, Partai Demokrat berharap dapat meningkatkan popularitas dan dukungan di Jawa Tengah serta wilayah lain. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi partai secara numerik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap komitmen partai dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Secara keseluruhan, Musda IV Demokrat Jawa Tengah menegaskan tekad partai untuk menyiapkan diri secara matang, mengoptimalkan sumber daya manusia, serta menata strategi politik yang adaptif. Jika langkah-langkah konsolidasi ini berhasil, Partai Demokrat berpeluang meraih hasil signifikan pada Pemilu 2029, menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kuat untuk memperluas pengaruh di tingkat nasional.











