Internasional

Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Tegaskan Tidak Ada Hubungan dengan Isu Overflight Clearance

×

Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Tegaskan Tidak Ada Hubungan dengan Isu Overflight Clearance

Share this article
Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Tegaskan Tidak Ada Hubungan dengan Isu Overflight Clearance
Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Tegaskan Tidak Ada Hubungan dengan Isu Overflight Clearance

GemaWarta – 18 April 2026 | Setelah hampir tiga pekan berada di perairan Teluk Persia, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) – Pertamina Pride dan Gamsunoro – belum mendapatkan izin bebas melintasi Selat Hormuz. Meskipun pemerintah Iran pada pertengahan April mengumumkan pembukaan jalur perkapalan secara penuh selama gencatan senjata, kapal-kapal tersebut masih berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, dan Dubai, Uni Emirat Arab. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa penahanan kapal tidak berhubungan dengan isu overflight clearance yang sempat menjadi sorotan publik.

Koordinasi intensif antara pihak Kemlu, angkatan bersenjata Iran, serta Kedutaan Besar RI di Teheran terus berlangsung. Juru Bicara II Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan bahwa sinyal positif yang disampaikan pemerintah Iran pada pertengahan Maret masih dalam tahap verifikasi teknis. “Kami terus memantau kesiapan teknis kapal, termasuk kesiapan kru, asuransi, dan dokumen perizinan, agar ketika izin diberikan kapal dapat langsung berlayar,” ujarnya pada konferensi pers kemarin.

🔖 Baca juga:
Iran Peringatkan Indonesia: Ancaman Perang di Timur Tengah Makin Mengguncang Kawasan

Dalam upaya mempercepat proses, PIS telah menyiapkan passage plan yang mencakup penyusunan rute alternatif, identifikasi risiko, penggunaan navigasi elektronik terkini, serta rencana kontingensi bila terjadi gangguan. Vega Pita, Corporate Secretary sementara PIS, menambahkan bahwa perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, dan otoritas pelabuhan setempat untuk memastikan semua prosedur perizinan terpenuhi dengan baik.

Isu overflight clearance yang sempat mengemuka terkait penerbangan di atas wilayah konflik tidak memiliki kaitan langsung dengan pergerakan kapal tanker. Kemlu menegaskan bahwa klarifikasi tersebut bersifat terpisah dan tidak mempengaruhi keputusan Iran maupun otoritas maritim terkait pembukaan Selat Hormuz. “Kami menolak setiap spekulasi yang mengaitkan penahanan kapal dengan masalah overflight clearance,” kata pernyataan resmi Kemlu.

Sejak penahanan, kedua kapal terus dipantau melalui layanan pelacakan vessel finder. Pertamina Pride terdeteksi berada di dekat pelabuhan Al Jubail, sementara Gamsunoro berada di perairan lepas pantai Dubai. Kedua kapal tersebut mengangkut muatan bahan bakar strategis yang penting bagi pasokan energi domestik Indonesia.

🔖 Baca juga:
Operasi Militer Global: Dari Blokade Iran Hingga Kemitraan Pertahanan Indonesia-AS

Berita terbaru mengonfirmasi bahwa pada Jumat (17/4) Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembukaan penuh jalur komersial di Selat Hormuz selama gencatan senjata di Lebanon. Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi kapal-kapal yang tertahan, namun proses administratif dan teknis masih memerlukan waktu. “Kami siap melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan prosedur pelayaran yang aman,” ujar Vega Pita.

Selanjutnya, Kemlu berencana mengirim tim diplomatik ke Teheran untuk mempercepat proses perizinan serta memastikan tidak ada hambatan tambahan dari pihak ketiga. Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan otoritas maritim internasional untuk menjaga keselamatan awak kapal dan keamanan muatan.

Jika semua persyaratan terpenuhi, diharapkan kedua tanker dapat melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan, mengakhiri penahanan yang telah menimbulkan kekhawatiran akan pasokan energi nasional. Situasi ini menjadi contoh nyata tantangan logistik global di tengah ketegangan geopolitik, sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi ekonomi dalam menyelesaikan masalah perdagangan lintas batas.

🔖 Baca juga:
Iran Ancaman Tutup Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab: Dampak Besar bagi Asia dan Dunia

Kesimpulannya, meski jalur Selat Hormuz telah dibuka secara resmi, kapal tanker Pertamina masih menunggu penyelesaian teknis dan administratif. Kemlu menegaskan tidak ada kaitan dengan isu overflight clearance, dan terus bekerja sama dengan pihak Iran serta lembaga terkait untuk memastikan kapal dapat berlayar dengan aman dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *