Internasional

Iran dan Amerika Serikat Menuju Perundingan Damai

×

Iran dan Amerika Serikat Menuju Perundingan Damai

Share this article
Iran dan Amerika Serikat Menuju Perundingan Damai
Iran dan Amerika Serikat Menuju Perundingan Damai

GemaWarta – 02 Juni 2026 | Situasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Israel di Lebanon Selatan. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk menghentikan aksi saling tembak. Trump juga menyatakan bahwa perundingan dengan Republik Islam Iran terus berlangsung dengan cepat.

Menurut Trump, dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta perwakilan senior Hizbullah. Trump juga menulis di media sosial bahwa tidak akan ada pasukan Israel yang menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya bergerak ke sana telah diperintahkan untuk pulang.

🔖 Baca juga:
Iran Tunda Bebas Dua Tanker Pertamina; Selat Malaka Dijadikan Senjata Diplomasi Indonesia

Sementara itu, pemerintah Iran mengumumkan bahwa mereka menghentikan sementara komunikasi melalui para mediator dan menyalahkan tindakan Israel di Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran menganggap Lebanon sebagai bagian dari gencatan senjata antara AS dan Iran yang masih rentan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengundurkan diri. Pezeshkian menyatakan bahwa dirinya berada dalam kebuntuan politik total dan bahwa otoritas kepresidenan sipil telah dikebiri secara sistematis oleh para komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

🔖 Baca juga:
Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari antara Israel dan Lebanon: Langkah Historis Menuju Perdamaian

Konflik di Timur Tengah ini juga berdampak pada perdagangan gas global. Perang Iran memaksa perdagangan gas beralih ke jalur gelap.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Timur Tengah terus memanas. Namun, dengan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat, harapan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut kembali meningkat.

🔖 Baca juga:
Konflik Ukraina: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *