Bencana Alam

Tenggelamnya Kapal di Perairan Indonesia dan Internasional, Ratusan Orang Dikhawatirkan Tewas

×

Tenggelamnya Kapal di Perairan Indonesia dan Internasional, Ratusan Orang Dikhawatirkan Tewas

Share this article
Tenggelamnya Kapal di Perairan Indonesia dan Internasional, Ratusan Orang Dikhawatirkan Tewas
Tenggelamnya Kapal di Perairan Indonesia dan Internasional, Ratusan Orang Dikhawatirkan Tewas

GemaWarta – 17 Juli 2026 | Beberapa insiden tenggelamnya kapal telah terjadi di perairan Indonesia dan internasional, menyebabkan ratusan orang dikhawatirkan tewas. Di perairan Myanmar, lebih dari 500 pengungsi Rohingya dikhawatirkan meninggal dunia dalam dua insiden kapal yang diduga tenggelam. Sementara itu, di perairan Sulawesi Selatan, 24 orang masih dinyatakan hilang setelah kapal KM Nurul Salsa tenggelam.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), kedua kapal yang diduga tenggelam di perairan Myanmar membawa ratusan anggota etnis Rohingya. Beberapa di antaranya diduga datang dari kamp-kamp pengungsi di Bangladesh sebelum memulai perjalanan melalui laut.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi Tektonik M 4.7 Guncang Polewali Mandar dan Majene, Warga Sempat Kaget

Sementara itu, di perairan Sulawesi Selatan, operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki hari ketiga. Basarnas Makassar menambah kekuatan operasi pencarian dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin. Sebanyak 49 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

Di tempat lain, nelayan Edi (35) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam saat menebar jaring dan menombak ikan di perairan Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

🔖 Baca juga:
Dana Tahap II Dorong Percepatan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Komite pencarian dan pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan unsur laut dan udara dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara.

Dalam beberapa hari terakhir, insiden tenggelamnya kapal telah menyebabkan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam melakukan kegiatan di laut, serta memastikan bahwa semua kapal dan peralatan telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.

🔖 Baca juga:
Gempa Hari Ini: Pemkab Sigi Asesmen 243 Rumah Rusak Berat Akibat Gempa

Kesimpulan dari insiden-insiden tersebut adalah bahwa keselamatan di laut sangat penting dan harus menjadi prioritas utama. Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, serta memastikan bahwa semua kapal dan peralatan telah memenuhi standar keamanan, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *