Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah dan Petani: Dinamika Ekonomi Indonesia

×

Nilai Tukar Rupiah dan Petani: Dinamika Ekonomi Indonesia

Share this article
Nilai Tukar Rupiah dan Petani: Dinamika Ekonomi Indonesia
Nilai Tukar Rupiah dan Petani: Dinamika Ekonomi Indonesia

GemaWarta – 02 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berfluktuasi pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). Pada perdagangan Senin (1/6/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 76 poin terhadap dolar AS di tengah sentimen geopolitik global yang masih membayangi pasar keuangan. Mata uang Garuda berakhir di level Rp17.805 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.880 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah sempat mencapai 95 poin pada perdagangan hari ini sebelum akhirnya ditutup menguat 76 poin. Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.800-Rp 17.850 per dolar AS.

🔖 Baca juga:
Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau meningkat sebesar 1,99 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan NTP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) yang naik sebesar 0,53 persen.

Subsektor hortikultura mencatat kenaikan NTP tertinggi pada Mei 2026, yaitu sebesar 7,08 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan It sebesar 7,52 persen, sedangkan Ib hanya naik 0,41 persen. Komoditas yang dominan memengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani pada subsektor hortikultura adalah bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat.

🔖 Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 17.300 per Dolar AS: Dampak Konflik Global dan Lonjakan Harga Energi Membuat Nilai Tukar Tertekan

Nilai tukar nelayan (NTN) pada Mei 2026 turun 0,47 persen, seiring dengan It yang mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen atau lebih rendah dari kenaikan Ib yang meningkat sebesar 0,51 persen. Komoditas yang secara dominan memengaruhi kenaikan It pada nilai tukar nelayan adalah rajungan, kepiting laut, dan ikan kembung.

Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Mei 2026 meningkat 0,58 persen secara bulanan dan meningkat sebesar 8,10 persen secara tahunan. Jika dilihat berdasarkan kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,56 persen secara month to month dan naik 12,81 persen secara year on year.

🔖 Baca juga:
Rupiah Melemah: Mengapa Kondisi Ini Terjadi dan Bagaimana Menghadapinya?

Kesimpulan, nilai tukar rupiah dan petani memiliki dinamika yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan yang terus-menerus dan analisis yang mendalam untuk memahami pergerakan nilai tukar dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *