Ekonomi

Perusahaan Listrik Negara dan Korupsi: Dua Wajah yang Bertolak Belakang

×

Perusahaan Listrik Negara dan Korupsi: Dua Wajah yang Bertolak Belakang

Share this article
Perusahaan Listrik Negara dan Korupsi: Dua Wajah yang Bertolak Belakang
Perusahaan Listrik Negara dan Korupsi: Dua Wajah yang Bertolak Belakang

GemaWarta – 18 Juli 2026 | Perusahaan listrik negara (PLN) telah melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan berbagai permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kerja sama ini bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung pelayanan kelistrikan yang semakin andal kepada masyarakat.

Sementara itu, kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi telah menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Temuan emas batangan dan uang tunai ratusan miliar di rumah mantan pejabat tinggi telah membuat masyarakat terperangah dan marah.

🔖 Baca juga:
Jokowi dan Nadiem Makarim: Dua Tokoh yang Terlibat dalam Kasus Korupsi

Di lain pihak, perusahaan energi seperti Pertamina telah mendukung proyek pembangkit sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek PSEL Kertamantul di Daerah Istimewa Yogyakarta telah menjadi contoh nyata dari upaya tersebut.

🔖 Baca juga:
PLN Raup Nilai Tambah Lewat Integrasi PLTS dan Teknologi Karbon

Ekspansi global perusahaan seperti iCAR V23 telah menunjukkan tren positif di sejumlah pasar internasional. Model SUV listrik bergaya boxy tersebut telah memimpin penjualan di segmen SUV boxy kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di beberapa negara Asia Tenggara.

🔖 Baca juga:
Blackout di Sumatera: Gubernur Sumut Minta Evaluasi dan Kompensasi untuk Masyarakat

Kesimpulan yang dapat ditarik dari kejadian-kejadian tersebut adalah bahwa perusahaan listrik negara dan korupsi memiliki dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, PLN telah melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan berbagai permasalahan hukum. Di sisi lain, kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi telah menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *