Kriminal

Penipuan Daring: Sindikat Love Scam Meraup Miliaran Rupiah

×

Penipuan Daring: Sindikat Love Scam Meraup Miliaran Rupiah

Share this article
Penipuan Daring: Sindikat Love Scam Meraup Miliaran Rupiah
Penipuan Daring: Sindikat Love Scam Meraup Miliaran Rupiah

GemaWarta – 04 Juni 2026 | Penipuan daring atau yang lebih dikenal dengan istilah love scam telah menjadi salah satu kejahatan lintas negara yang memanfaatkan hubungan emosional untuk memperoleh keuntungan finansial dari korban. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap love scam yang memanfaatkan platform digital dan aplikasi kencan daring.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa love scam merupakan kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk memperoleh keuntungan finansial dari korban. Pelaku biasanya membangun kedekatan secara intens dengan korban hingga tercipta rasa percaya dan hubungan yang dianggap spesial.

🔖 Baca juga:
MSCI nasib saham RI: Reformasi Pasar Modal Indonesia dan Implikasi Bagi Investor

Setelah itu, korban dibujuk untuk mengirimkan sejumlah uang dengan berbagai alasan. Menurut Friderica, para korban dimanipulasi emosinya sehingga merasa memiliki hubungan yang khusus. Akibatnya, korban secara sukarela mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.

Modus ini umumnya berawal dari aplikasi atau situs kencan daring. Setelah komunikasi berjalan intensif, pelaku biasanya mengajak korban berpindah ke saluran komunikasi pribadi seperti WhatsApp, Telegram, email, atau telepon. Tujuannya untuk menghindari pengawasan dan sistem keamanan yang dimiliki platform tempat mereka pertama kali berkenalan.

Berdasarkan informasi dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC), pelaku love scam akan berusaha membangun kepercayaan korban melalui komunikasi yang intens dan romantis. Setelah korban merasa dekat, pelaku mulai meminta uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya perjalanan, kebutuhan medis, pengurusan dokumen, hingga investasi palsu.

Ciri-ciri love scam yang perlu diwaspadai antara lain: pelaku yang meminta uang dengan berbagai alasan, pelaku yang meminta korban untuk berpindah ke saluran komunikasi pribadi, dan pelaku yang meminta korban untuk tidak menceritakan hubungan mereka kepada orang lain.

Masyarakat perlu mengenali sejumlah tanda yang umum ditemukan dalam kasus love scam, seperti pelaku yang meminta uang dengan berbagai alasan, pelaku yang meminta korban untuk berpindah ke saluran komunikasi pribadi, dan pelaku yang meminta korban untuk tidak menceritakan hubungan mereka kepada orang lain.

🔖 Baca juga:
Bursa Efek Indonesia: Antara Tantangan dan Peluang

Untuk meminimalkan risiko menjadi korban, masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti tidak mudah terbawa emosi, selalu melakukan verifikasi terhadap identitas maupun informasi yang diberikan oleh orang yang baru dikenal melalui internet, dan tidak mentransfer uang kepada orang yang tidak dikenal.

OJK mengingatkan bahwa hubungan yang dibangun secara daring tetap memerlukan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terbawa emosi dan selalu melakukan verifikasi terhadap identitas maupun informasi yang diberikan oleh orang yang baru dikenal melalui internet.

Selain menimbulkan kerugian finansial, kasus love scam juga dapat berdampak pada kesehatan mental korban akibat rasa kehilangan, trauma, dan hilangnya kepercayaan terhadap orang lain. Karena itu, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya penipuan berkedok hubungan asmara.

Dalam beberapa kasus, sindikat love scam telah berhasil meraup miliaran rupiah dari korban. Polda Jateng dan FBI telah bekerja sama untuk membongkar sindikat penipuan online internasional bermodus pig butchering atau love scamming yang menyasar korban warga negara asing.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan 39 tersangka dan mengungkap kerugian korban mencapai lebih dari Rp41 miliar. Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

🔖 Baca juga:
Skandal Kripto Timothy Ronald: Ribuan Korban Tuntut Kejelasan Setelah Empat Bulan Mandek

Hasil penyelidikan mengarah ke sebuah perusahaan di Solo Baru, Sukoharjo yang diduga menjadi pusat operasional penipuan online terorganisasi. Para pelaku memanfaatkan aplikasi kencan daring dan juga media sosial untuk menjaring korban.

Setelah membangun hubungan emosional, korban dibujuk untuk berinvestasi pada platform perdagangan kripto palsu yang telah dimanipulasi. Kemudian untuk meyakinkan korban, jaringan ini bahkan menyiapkan model perempuan yang bertugas melakukan panggilan video secara langsung.

Setelah korban menyetorkan dana dalam jumlah besar, uang tersebut tidak dapat ditarik kembali dan dikuasai oleh pelaku. Dari hasil penyidikan sindikat ini diduga meraup keuntungan hingga USD2.327.625 atau setara Rp41,1 miliar dengan korban mayoritas WNA, terutama dari Amerika Serikat.

Kasus love scam ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain melalui internet. Masyarakat perlu mengenali ciri-ciri love scam dan melakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko menjadi korban.

Kesimpulan, penipuan daring atau love scam merupakan kejahatan lintas negara yang memanfaatkan hubungan emosional untuk memperoleh keuntungan finansial dari korban. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko menjadi korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *