Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.036 per Dolar AS, Mahasiswa Demo dan Kritik Kebijakan Pemerintah

×

Rupiah Melemah ke Rp18.036 per Dolar AS, Mahasiswa Demo dan Kritik Kebijakan Pemerintah

Share this article
Rupiah Melemah ke Rp18.036 per Dolar AS, Mahasiswa Demo dan Kritik Kebijakan Pemerintah
Rupiah Melemah ke Rp18.036 per Dolar AS, Mahasiswa Demo dan Kritik Kebijakan Pemerintah

<pNilai tukar rupiah terus berubah tiap waktu. Ada masanya rupiah menguat, tapi tak jarang melemah sebagimana yang terjadi dalam beberapa waktu kebelakang. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gejolak ekonomi global hingga diberlakukannya regulasi baru.

GemaWarta – 06 Juni 2026 |

🔖 Baca juga:
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir Kepada Prabowo

Jika melihat ke belakang, riwayat nilai tukar dolar ke rupiah dari masa ke masa sangat berbeda, baik saat era Presiden Soekarno, B.J. Habibie, hingga kini Prabowo Subianto. Pada 1950 rupiah menjadi mata uang resmi di Indonesia, dengan nilai tukar sekitar Rp3,80 per dolar Amerika Serikat.

Namun, sebagai mata uang baru rupiah tak bisa mempertahankan kekuatannya dalam waktu lama. Pada 1957 nilai tukarnya merosot ke angka Rp90 per dolar dikarenakan adanya peperangan dan berbagai konflik dalam negeri. Pada 1962 rupiah kembali anjlok dan nilai tukarnya menyentuh angka Rp1.205 per dolar.

Setelah peristiwa G30S PKI nilai tukar rupiah jatuh ke salah satu titik terendahnya, berada pada angka Rp4.995 per dolar. Penurunan tersebut membuat pemerintah terpuruk. Setelah Soeharto naik menjadi presiden untuk menggantikan Soekarno, beliau mencoba menstabilkan nilai tukar rupiah.

🔖 Baca juga:
Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?

Salah satu upaya yang dilakukan Soeharto adalah redenomisasi pada Desember 1965 yang berhasil menekan nilai rupiah ke Rp0,25 per dolar. Angka tersebut berhasil bertahan hingga akhirnya pada 1970 rupiah mulai melemah dengan nilai tukar mencapai Rp250 per dolar.

Pada 2026 di bawah kepemimpinan Prabowo, nilai tukar rupiah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yaitu sekitar Rp18.038 per dolar Amerika Serikat. Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Bank Indonesia Jateng, Semarang, dengan membakar uang mainan sebagai bentuk protes atas melemahnya nilai tukar rupiah.

Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang, Kevin Kurnia Priambodo, mengatakan aksi tersebut lahir dari nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp 18 ribu per dolar AS. Mereka menilai, kondisi tersebut menjadi alarm bagi perekonomian nasional.

🔖 Baca juga:
Gerindra Tegaskan Prabowo Datang ke Eropa Sebagai Pemilik Komoditas Strategis

Ketua BEM UNS, M Kailani Rizqy Pratama, menyebut, aksi tersebut sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja.

Nilai tukar rupiah menguat 0,07 persen ke Rp18.036 per dolar AS pada perdagangan Jumat sore. Mata uang Garuda menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona hijau terhadap dolar AS.

Di akhir, melemahnya nilai tukar rupiah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan nilai tukar rupiah dan memperbaiki kondisi ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *