Ekonomi

Rupiah Melemah, Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi dan Politik

×

Rupiah Melemah, Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi dan Politik

Share this article
Rupiah Melemah, Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi dan Politik
Rupiah Melemah, Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi dan Politik

GemaWarta – 21 Mei 2026 | Rupiah Indonesia telah mencapai titik nadir, dengan nilai tukar melawan dolar AS mencapai Rp 17.606 pada Jumat, 15 Mei 2026. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual saham oleh investor asing menjelang pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.

Ketegangan di Selat Hormuz, yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, telah membuat harga minyak melonjak dan indeks dolar menguat. Hal ini berdampak negatif pada Indonesia sebagai negara net importir energi, karena devisa terkuras lebih cepat dan tekanan inflasi dari dalam meningkat.

🔖 Baca juga:
Inflasi April 2026 Merosot ke 0,13%: Tiket Pesawat Meroket, Emas Perhiasan Turun Drastis Setelah 30 Bulan Naik

Menurut Myrdal Gunarto, Global Markets Economist Maybank Indonesia, pelemahan rupiah dipicu utamanya oleh aksi jual saham oleh investor asing. Sementara itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz juga menjadi faktor signifikan.

Indonesia juga menghadapi tantangan domestik, dengan cadangan devisa yang turun dari 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025 menjadi 146,2 miliar dolar AS per April 2026. Defisit APBN pada kuartal I-2026 juga tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama 60 Hari, MTI Soroti Batas Solusi Jangka Pendek

Pemerintah Indonesia berencana untuk memperketat kontrol atas ekspor komoditas, termasuk batu bara dan minyak sawit. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan mendukung rupiah yang melemah. Namun, langkah ini juga dapat berdampak negatif pada harga komoditas global dan memperburuk situasi ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, perusahaan seperti Danone Indonesia telah mendapatkan penghargaan ESG Rating 2025 dari CNBC Indonesia, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Sementara itu, driver Gojek akan menerima 92 persen dari tarif ojol, dengan potongan platform yang turun menjadi 8 persen.

🔖 Baca juga:
OJK Ungkap Kebutuhan Valas Bank Tak Picu Volatilitas Kurs, Marjin Semakin Menipis

Kesimpulan, rupiah Indonesia telah mencapai titik nadir dan menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang signifikan. Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan pendapatan negara, mendukung rupiah, dan memperbaiki situasi ekonomi domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *