GemaWarta – 11 Juni 2026 | Serangan drone Ukraina telah menghancurkan Jembatan Chonhar yang menghubungkan Crimea dengan Kherson yang diduduki Rusia. Jembatan ini merupakan salah satu jalur penting bagi logistik dan suplai pasukan Rusia di wilayah tersebut.
Menurut Andrii Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Desinformasi Ukraina, jembatan tersebut telah hancur dan otoritas Rusia berusaha untuk menyembunyikan situasi di Crimea yang diduduki.
Sementara itu, di Indonesia, PT Aneka Tambang (Antam) telah mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada tanggal 10 Juni 2026.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa 70% dari dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025, yang mencapai Rp 7,9 triliun. Sisanya, sekitar Rp 2,1 triliun, akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan penguatan fundamental bisnis perusahaan.
Antam berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun pada tahun 2025, yang meningkat 22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga meningkat signifikan, sebesar 106%, menjadi Rp 7,92 triliun.
Kesimpulan dari kejadian tersebut adalah bahwa serangan drone Ukraina telah menghancurkan Jembatan Chonhar, yang dapat mempengaruhi logistik dan suplai pasukan Rusia di wilayah tersebut. Sementara itu, Antam telah mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun untuk tahun buku 2025, yang menunjukkan kinerja positif perusahaan.











