GemaWarta – 29 Juli 2026 | Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dilaksanakan selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Melansir buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy, istilah Ayyamul Bidh berarti hari putih karena pada tanggal tersebut terbit bulan purnama sehingga malam tampak lebih terang dari biasanya.
Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat padaku tiga hal, yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku meninggal. Yaitu, berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari)
Sebelum melaksanakannya, umat Islam perlu mengetahui jadwal pelaksanaan beserta bacaan niat puasa Ayyamul Bidh. Untuk itu, berikut informasi selengkapnya.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, pertengahan bulan Safar jatuh pada akhir bulan Juli 2026. Karena itu, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar dilaksanakan pada akhir Juli 2026.
Sementara itu, jadwal versi Muhammadiyah berbeda karena mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam KHGT tersebut, 1 Safar 1448 H jatuh satu hari lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah sehingga pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh juga dimulai lebih dulu.
Untuk lebih jelasnya, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Safar 1448 atau Juli 2026 berdasarkan masing-masing versi:
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh, niat dapat diucapkan dalam hati. Namun, lebih disunnahkan untuk melafalkannya sebelum memulai puasa.
Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyamal bidh sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh antara lain adalah pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga berpuasa tiga hari setiap bulan dianggap sama dengan berpuasa selama satu bulan penuh.
Puasa Ayyamul Bidh juga termasuk dalam tiga wasiat penting yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah r.a., bersama dengan anjuran untuk melaksanakan shalat Dhuha dan witir sebelum tidur.
Selain itu, Puasa Ayyamul Bidh memberikan kekuatan spiritual, menenangkan jiwa, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT, serta membantu menjaga istiqamah dalam beribadah.
Ibadah ini juga diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah, menjauhkan dari siksa api neraka, melapangkan pintu rezeki, dan memudahkan proses sakaratul maut.
Bagi umat Muslim yang hendak melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh, sangat disarankan untuk memahami dan mengamalkan niat serta keutamaan dari ibadah ini.
Kesimpulan, puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dapat meningkatkan kesadaran dan keimanan dalam melaksanakan ibadah ini.











