Bisnis

Aneka Tambang (ANTAM) Membukukan Laba Bersih Rp7,92 Triliun pada 2025, Naik 106% Dibanding Tahun Sebelumnya

×

Aneka Tambang (ANTAM) Membukukan Laba Bersih Rp7,92 Triliun pada 2025, Naik 106% Dibanding Tahun Sebelumnya

Share this article
Aneka Tambang (ANTAM) Membukukan Laba Bersih Rp7,92 Triliun pada 2025, Naik 106% Dibanding Tahun Sebelumnya
Aneka Tambang (ANTAM) Membukukan Laba Bersih Rp7,92 Triliun pada 2025, Naik 106% Dibanding Tahun Sebelumnya

GemaWarta – 11 Juni 2026 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025, meningkat 106% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan laba tersebut didorong oleh kinerja operasional yang kuat di seluruh lini bisnis, pemanfaatan momentum pasar, serta upaya efisiensi yang dijalankan perusahaan.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTAM, Hadi Sutanto, mengatakan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja keuangan ANTAM sepanjang 2025. Faktor-faktor tersebut adalah pertumbuhan volume penjualan, kenaikan harga komoditas di pasar, serta disiplin pengendalian biaya di internal perusahaan.

🔖 Baca juga:
Harga Perak Antam Jatuh ke Zona Merah, Sementara Harga di Bengkulu Selatan Melonjak Tajam – Apa yang Harus Anda Ketahui?

ANTAM juga membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun pada tahun buku 2025, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp7,92 triliun, tumbuh signifikan 106% dibandingkan capaian tahun 2024.

Pada komoditas nikel, ANTAM mencatatkan peningkatan produksi sebesar 62% dan pertumbuhan volume penjualan sebesar 76% secara tahunan. Kenaikan tersebut didukung optimalisasi kegiatan penambangan serta tingginya permintaan bahan baku untuk industri hilirisasi di dalam negeri, terutama sektor baja nirkarat (stainless steel).

Sementara itu, lini bisnis bauksit menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi. Produksi bauksit meningkat 112%, sedangkan volume penjualan melonjak 157% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Hadi, capaian tersebut didukung persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperoleh tepat waktu.

Di segmen logam mulia, emas tetap menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang dianggap aman (safe haven) mendorong volume penjualan emas ANTAM mencapai 37 ton sepanjang 2025.

🔖 Baca juga:
Harga emas Pegadaian tetap stabil di Senin 27 April 2026: UBS, Galeri 24, dan Antam tak bergerak

ANTAM juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang digelar di Jakarta. Selain menyetujui penggunaan laba bersih dan perubahan susunan pengurus, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas rencana perseroan menerima penugasan strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham turut menyetujui rencana perseroan menerima penugasan khusus pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Penugasan itu mencakup pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan fasilitas RKEF/RKSBF dan HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas daur ulang baterai.

ANTAM menyebut pertumbuhan didorong oleh optimalisasi portofolio komoditas, peningkatan kinerja operasional, pengelolaan biaya yang lebih efektif, serta penguatan eksekusi strategi bisnis. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan 2025 menjadi tahun penting bagi perseroan.

“Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, ANTAM berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan,” ujar Untung. “Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan ANTAM dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

🔖 Baca juga:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Bagi Dividen Jumbo US$450 Juta

ANTAM juga menegaskan akan terus memperkuat pengembangan bisnis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. Menurut Untung, langkah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menekankan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Dalam kesimpulan, ANTAM membukukan laba bersih yang signifikan pada tahun buku 2025, didorong oleh kinerja operasional yang kuat dan pemanfaatan momentum pasar. Perseroan juga menyetujui pembagian dividen dan rencana penugasan strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *