Ekonomi

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS: Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang Garuda

×

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS: Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang Garuda

Share this article
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS: Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang Garuda
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS: Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang Garuda

GemaWarta – 13 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026) sore. Rupiah ditutup pada level Rp17.860 per dolar AS, menguat 128,50 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen eksternal dan domestik dinilai masih mendukung pergerakan mata uang Garuda.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi: Apa Penyebabnya dan Dampaknya pada BBM Nonsubsidi Indonesia

Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah. Menurutnya, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global. Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih cukup kuat. Investor menaruh ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.

Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap fiskal pemerintah.

🔖 Baca juga:
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Ganda: Pertamax Turbo & Dexlite Melambung, Ekonom Peringatkan Konsumen

Rupiah dibuka menguat ke Rp17.946 per dolar AS, naik 42 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Analis menilai penguatan rupiah didorong sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan peluang kesepakatan antara AS dan Iran.

Dalam negeri, ekspektasi kenaikan suku bunga BI serta potensi pengurangan anggaran MBG memberi dukungan tambahan meski pasar tetap waspada terhadap aksi demonstrasi.

Kemarin, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) seiring dengan penguatan greenback dan eskalasi di Timur Tengah. Rupiah ditutup melemah sebesar 0,11% ke level Rp17.985.

🔖 Baca juga:
Peluang IHSG Sentuh 14.000 di Era RNIR?

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah ditutup melemah tertekan oleh penguatan dolar AS imbas meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. Kondisi tersebut diperparah oleh sentimen risk-off di pasar ekuitas domestik dan outflow asing yang ikut menekan rupiah.

Kesimpulan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Penguatan rupiah terhadap dolar AS pada hari ini disebabkan oleh sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan peluang kesepakatan antara AS dan Iran, serta ekspektasi kenaikan suku bunga BI dan potensi pengurangan anggaran MBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *