Ekonomi

IHSG Dibuka Turun Setelah Gubernur BI Mundur, Saham BMRI Melemah

×

IHSG Dibuka Turun Setelah Gubernur BI Mundur, Saham BMRI Melemah

Share this article
IHSG Dibuka Turun Setelah Gubernur BI Mundur, Saham BMRI Melemah
IHSG Dibuka Turun Setelah Gubernur BI Mundur, Saham BMRI Melemah

GemaWarta – 27 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun ke level 6.185 setelah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri. IHSG turun 0,65% ke Rp 6.156 pada perdagangan pukul 9.02 WIB.

Volume perdagangan mencapai Rp 2,18 miliar, frekuensi perdagangan sebanyak 153 ribu kali transaksi, valuasi perdagangan senilai Rp 1,2 triliun dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 10.835 triliun.

🔖 Baca juga:
USD Menguat, SpaceX Siap IPO dan RBI Bantah Jual Emas

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,4% ke Rp 6.250, sementara harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,34% ke Rp 2.970. Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,73% ke Rp 4.100 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,57% ke Rp 3.500.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan pengunduran diri Gubernur BI berpotensi memicu tekanan jangka pendek terhadap IHSG karena menyangkut kepercayaan investor terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas makro.

Reaksi awal pasar kemungkinan berupa peningkatan volatility dan sikap risk-off, terutama jika belum ada kejelasan mengenai pengganti maupun arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sementara sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.

🔖 Baca juga:
Bank bjb Tawarkan Sukuk ST016 dengan Imbal Hasil Hingga 6,25% per Tahun

Sementara itu, saham-saham perbankan raksasa hingga konglomerat Prajogo Pangestu diburu investor asing selama sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak diborong investor asing dengan net foreign buy Rp 263,7 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 180 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 152,3 miliar. Saham genggaman Prajogo PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 192 miliar.

Di tengah musim kemarau, Moh Rano Alfath dan Iqrar Risyad Nasution melalui relawan Barisan Moh Rano Alfath-Iqrar (BMRI) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Bantuan tersebut menjadi harapan bagi warga yang dalam beberapa pekan terakhir mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

🔖 Baca juga:
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia Terkendala Devisa dan Utang

Moh Rano Alfath mengatakan, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi, terutama saat musim kemarau mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.

Kehadiran BMRI merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu warga yang membutuhkan.

Iqrar Risyad Nasution menegaskan bahwa BMRI akan terus bergerak bersama masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat seperti kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Kesimpulan, IHSG dibuka turun setelah Gubernur BI mundur, saham BMRI melemah, dan BMRI menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Serdang Wetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *