GemaWarta – 13 Juni 2026 | Pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo Subianto telah berlangsung di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut membahas mengenai investasi energi dan pembangunan ekonomi nasional. Jusuf Kalla yang didampingi oleh putranya, Solihin Kalla, membahas peningkatan kapasitas energi nasional sebagai salah satu prasyarat utama untuk mewujudkan swasembada energi dan menjaga laju pembangunan ekonomi.
Menurut Jusuf Kalla, pertemuan tersebut membahas peningkatan kemampuan energi di Indonesia, yang kita kenal itu swasembada energi. Ia juga menjelaskan bahwa investasi yang akan dilakukan oleh Kalla Group mencapai Rp 70 triliun untuk pengembangan energi hijau dan gas.
Presiden Prabowo Subianto juga mendukung investasi tersebut dan berharap dapat meningkatkan kapasitas energi nasional. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan hasil-hasil pembangunan demi mewujudkan amanat luhur konstitusi.
Pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi perhatian publik mengingat pengalaman panjang JK di pemerintahan serta kiprahnya di dunia usaha. Investasi yang akan dilakukan oleh Kalla Group ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas energi nasional dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pidatonya pada 1 Juni 2026, Presiden Prabowo menggugat realitas historis yang getir dengan menyatakan bahwa terlalu lama kekayaan alam Indonesia dieksploitasi tanpa memberikan kemakmuran yang nyata bagi rakyatnya sendiri. Ia juga menekankan pentingnya demitologisasi terhadap gagasan Ekonomi Pancasila sebagai ilmu ekonomi kelembagaan yang berpijak pada realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia.
Ekonomi Pancasila yang dirumuskan oleh Mubyarto ini merupakan ilmu ekonomi kelembagaan yang berpijak pada realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia sekaligus tandingan teoretis terhadap keserakahan pasar bebas neoliberal. Presiden Prabowo menerjemahkan lima pilar Ekonomi Pancasila menjadi sebuah cetak biru kebijakan yang operasional dan berkarakter kontra-hegemoni.
Kesimpulan dari pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo Subianto ini adalah bahwa investasi energi dan pembangunan ekonomi nasional merupakan salah satu prasyarat utama untuk mewujudkan swasembada energi dan menjaga laju pembangunan ekonomi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas energi nasional dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.











