Pendidikan

Penerimaan Murid Baru di Jawa Timur: Antara Keberhasilan dan Tantangan

×

Penerimaan Murid Baru di Jawa Timur: Antara Keberhasilan dan Tantangan

Share this article
Penerimaan Murid Baru di Jawa Timur: Antara Keberhasilan dan Tantangan
Penerimaan Murid Baru di Jawa Timur: Antara Keberhasilan dan Tantangan

GemaWarta – 17 Juni 2026 | Proses penerimaan murid baru (SPMB) di Jawa Timur tahun 2026 telah memasuki tahap penting. Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai dinamika terjadi, mulai dari pengumuman hasil seleksi hingga keluhan dari orang tua siswa.

Di Kabupaten Kediri, sebuah sekolah berasrama gratis yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, telah mencatatkan keberhasilan lulusan angkatan pertamanya. Sebanyak 126 siswa angkatan pertama telah dilepas dalam acara kelulusan, dan hasilnya sangat menggembirakan. Dari total 126 siswa, 56 siswa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 41 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri. Ini menunjukkan peningkatan persentase kelulusan yang signifikan, dari 32 persen menjadi 73,21 persen dalam kurun waktu tiga tahun.

🔖 Baca juga:
Cek Saldo Sipintar PIP dan Program Cek Teman Sebelah 3.0 untuk Meningkatkan Empati Remaja

Sementara itu, di Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) meminta maaf atas gangguan akses laman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) saat pengumuman hasil pemetaan. Menurut Kadisdik Jabar, Purwanto, gangguan akses terjadi karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi saat mengakses situs secara bersamaan, serta proses optimalisasi fitur pengumuman untuk memastikan data ditampilkan secara akurat dan presisi.

Di Jawa Timur, hasil SPMB 2026 tahap 1 untuk SMA dan SMK Negeri telah diumumkan. Sebanyak 54.056 calon murid diterima pada jalur domisili. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa jumlah siswa yang mendaftar jalur domisili pada SPMB SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 mencapai 213.066 pendaftar.

🔖 Baca juga:
Kampus Dilarang Mengelola Dapur MBG, Ini Alasannya

Di lain pihak, orang tua siswa di Depok berbondong-bondong mendatangi posko aduan SPMB karena mengalami kendala saat proses pendaftaran. Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Wahid Suryono, masalah yang paling sering ditemui adalah kesalahan titik koordinat rumah dan perubahan data Kartu Keluarga (KK).

Dalam beberapa minggu terakhir, proses penerimaan murid baru di Jawa Timur dan sekitarnya telah menunjukkan dinamika yang menarik. Dari keberhasilan lulusan sekolah berasrama gratis di Kediri hingga keluhan orang tua siswa di Depok, semua ini menunjukkan bahwa proses penerimaan murid baru bukanlah tanpa tantangan. Namun, dengan kerja keras dan dedikasi dari semua pihak, diharapkan proses ini dapat berjalan lancar dan membawa hasil yang positif bagi semua pihak yang terlibat.

🔖 Baca juga:
SPMB 2026: Penerimaan Murid Baru dengan Sistem Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *