Bisnis

Investor Asing Borong Saham di Sesi I, IHSG Melemah

×

Investor Asing Borong Saham di Sesi I, IHSG Melemah

Share this article
Investor Asing Borong Saham di Sesi I, IHSG Melemah
Investor Asing Borong Saham di Sesi I, IHSG Melemah

GemaWarta – 19 Juni 2026 | Investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp 2,59 triliun hingga jeda perdagangan siang, Rabu (17/6). Total nilai pembelian investor asing mencapai Rp 8,12 triliun, sementara nilai penjualan tercatat sebesar Rp 5,53 triliun. Aksi akumulasi asing terutama terfokus pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai beli bersih terbesar, yakni Rp 288,87 miliar dengan volume transaksi 44,83 juta saham. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net buy sebesar Rp 278,65 miliar dengan volume 90,84 juta saham.

🔖 Baca juga:
Dividen LPPF 6× Bunga Bank: Apakah Saham Ini Layak Dibeli Hari Ini?

Selain kedua bank tersebut, investor asing juga tercatat mengoleksi saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp 41,21 miliar, PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 16,45 miliar, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 14,13 miliar.

Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 270,51 miliar. Selanjutnya, asing mencatat net sell pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 86,81 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 86,60 miliar.

Aksi jual asing juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 63,57 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 45,32 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,79 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,84 persen ke level 6.202,46 pada sesi I perdagangan Rabu (17/6). Meski indeks sempat naik kencang di awal sesi, di akhir sesi berakhir terkoreksi.

🔖 Baca juga:
IHSG Ambles, Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun dan Kebijakan Ekspor Sumber Daya Alam Indonesia

IHSG merosot di sesi I. Tekanan jual mendominasi pasar akibat pengaruh sentimen global mengenai kebijakan suku bunga The Fed terhadap arus modal. Saham sektor infrastruktur mengalami pelemahan terdalam, sementara sektor bahan baku mencatatkan penguatan paling signifikan di bursa domestik.

Kemudian, pada sesi pertama, Jumat, 19 Juni 2026, investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,39 triliun pada pasar saham Indonesia. Aksi jual besar-besaran tersebut menyasar saham berkapitalisasi besar dan sektor sumber daya alam, khususnya saham PT Bumi Resources Tbk.

Meski terjadi tekanan jual, sejumlah saham seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk dan BBCA tetap menjadi incaran beli asing. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan pada sesi pertama, Jumat, (19/6/2026).

IHSG sesi pertama melemah di tengah mayoritas sektor saham tertekan, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali di posisi 17.800. Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,73% ke 6.127,32 pada sesi pertama.

🔖 Baca juga:
Saham BBCA Terjun ke Level Covid-19, Analisis Penyebab dan Prospek Pertumbuhan

Indeks LQ45 terpangkas 1,15% menjadi 609,83. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.215,06 dan terendah 6.117,30. Sebanyak 355 saham melemah sehingga bebani IHSG.

Kesimpulan, investor asing masih melakukan aksi jual atau net foreign sell hingga sesi I Jumat, 19 Juni 2026, meski MSCI tidak menurunkan kelas Pasar Saham RI tetap pada emerging market. IHSG merosot di sesi I karena tekanan jual yang mendominasi pasar akibat pengaruh sentimen global mengenai kebijakan suku bunga The Fed terhadap arus modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *