GemaWarta – 20 Juni 2026 | Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur saat ini masih menghadapi tantangan dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Data hingga bulan Mei 2026 menunjukkan bahwa jumlah kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Tulungagung hanya mencapai 965.760 jiwa atau 84,52 persen dari total jumlah penduduk 1.142.607 jiwa.
Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, menyatakan bahwa untuk mencapai UHC, jumlah peserta JKN minimal harus mencapai 98 persen dari jumlah penduduk. Artinya, masih dibutuhkan tambahan 153.885 peserta. Selain itu, tingkat peserta aktif JKN di Tulungagung juga masih rendah, yaitu 60,31 persen, dengan jumlah peserta aktif sebanyak 689.150 orang dan peserta nonaktif mencapai 276.620 orang.
BPJS Kesehatan juga telah menggalakkan program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehap) untuk peserta yang menunggak iuran, sehingga peserta bisa mengangsur iuran dan denda masa lalu sesuai kemampuan.
Di sisi lain, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) mengungkapkan bahwa beban pembiayaan klinis untuk layanan pemulihan fisik dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melonjak drastis hingga menembus angka Rp 5 triliun. Hal ini dipicu oleh kepesertaan JKN yang telah mencakup 98 persen atau sekitar 280 juta jiwa di tengah merebaknya tren penyakit tidak menular (PTM).
Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung juga mengedukasi mahasiswa Universitas Tulungagung (Unita) terkait pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Campus. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai manfaat, mekanisme, serta peran berbagai pihak dalam penyelenggaraan JKN.
Dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga memungkinkan peserta untuk memindahkan faskes (fasilitas kesehatan) secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Proses ini dapat dilakukan dengan mudah dan praktis, sehingga peserta dapat dengan cepat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Seorang dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Asmaripa Ainy, baru-baru ini meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan disertasinya tentang variasi utilisasi layanan kesehatan pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi masukan dalam memperkuat implementasi JKN agar akses layanan kesehatan benar-benar dapat dirasakan secara setara oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Kesimpulan dari berbagai informasi tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan kepesertaan dan akses layanan kesehatan JKN masih terus diperlukan. Edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya program JKN, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan, merupakan kunci untuk mencapai Universal Health Coverage di Indonesia.









