Bencana Alam

Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok

×

Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok

Share this article
Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok
Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok

GemaWarta – 02 Mei 2026 | Fenomena iklim yang kini dijuluki El Nino Godzilla diproyeksikan akan melanda Indonesia pada tahun 2026 dengan intensitas lebih tinggi dibanding siklus El Nino biasa. Peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah‑timur memicu suhu udara yang lebih panas, curah hujan menurun, serta durasi cuaca kering yang lebih panjang. Pemerintah mengingatkan bahwa istilah “Godzilla” bukan terminologi ilmiah resmi, melainkan deskripsi popular yang menekankan potensi dampak ekstrim, mulai dari kesehatan masyarakat hingga kebakaran hutan.

Di kota Depok, Kepala Dinas Kesehatan Devi Mayori menegaskan bahwa perubahan suhu drastis dapat menurunkan daya tahan tubuh, memicu dehidrasi, keringat berlebih, bahkan heatstroke yang mengancam jiwa. Selain itu, suhu tinggi meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria, serta memperburuk kondisi kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. “Kondisi panas ekstrem menuntut perhatian khusus, terutama bagi kelompok usia lanjut dan anak‑anak,” ujar Devi dalam pemaparan di Balai Kota Depok.

🔖 Baca juga:
Tangerang Geliat: WFH ASN Efisien, 33 Anak Keracunan MBG, dan Imigrasi Cegah 42 Calon Haji Nonprosedural

Untuk mengurangi dampak kesehatan, Dinas Kesehatan mengeluarkan beberapa langkah preventif:

  • Memastikan ketersediaan air bersih dan mengimbau warga minum minimal 2‑3 liter per hari.
  • Menghindari aktivitas fisik berat pada pukul 10.00‑15.00 ketika suhu puncak.
  • Menggunakan pakaian ringan, topi, dan sunscreen bila harus keluar rumah.
  • Memantau tanda‑tanda heatstroke seperti pusing, mual, atau kulit kemerahan, dan segera mencari pertolongan medis.
  • Menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi sarang nyamuk penyebar DBD.

Sementara itu, di Jawa Barat, Walhi bersama tim kampanye pangan dan ekosistem esensial menyoroti ancaman kekeringan yang dapat mengguncang ketahanan pangan. Petani, nelayan, dan perempuan sebagai kelompok rentan diperkirakan akan merasakan penurunan produksi padi, kacang, serta hasil laut akibat penurunan curah hujan dan peningkatan suhu laut. Musdalifah, juru bicara Walhi, menambahkan bahwa alih fungsi lahan menjadi tambang atau perkebunan sawit memperparah risiko kebakaran hutan dan lahan, dengan data 11.189 titik panas tercatat pada Maret 2026, termasuk 1.351 titik di area konsesi.

🔖 Baca juga:
Ramalan Cuaca Hari Ini: Cerah di Jakarta Pagi, Hujan Lebat di Jawa Barat & DIY, serta Potensi Badai di Sumatra Utara

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan serangkaian mitigasi:

  • Pengelolaan cadangan air melalui monitoring waduk, embung, dan sumur bor.
  • Pemantauan kebakaran hutan secara real‑time dan penempatan tim pemadam di daerah rawan.
  • Stok beras sekitar 337 ton yang akan didistribusikan ke wilayah terdampak saat krisis pangan muncul.
  • Penyusunan kalender tanam yang disesuaikan dengan prediksi BMKG untuk mengoptimalkan produksi pada masa hujan terbatas.

Peneliti BRIN Eddy Hermawan menjelaskan bahwa meski istilah “Godzilla” belum diakui secara resmi, data suhu menunjukkan tren kenaikan sejak April 2026, dengan puncak suhu diperkirakan terjadi pada Agustus‑September. BMKG menegaskan bahwa El Nino diprediksi berada pada fase lemah hingga sedang antara Mei‑Oktober, namun tetap dapat memperpanjang musim kemarau normal.

🔖 Baca juga:
Dedi Mulyadi Dorong Underpass Pasteur: Solusi Ampuh Atasi Kemacetan di Bandung

Keseluruhan gambaran menegaskan perlunya koordinasi lintas sektor antara kesehatan, pertanian, penanggulangan bencana, dan lingkungan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menyiapkan air dan makanan, tetapi juga menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan bahan bakar terbuka, serta melaporkan kebakaran sekecil apapun. Kesiapsiagaan yang terintegrasi akan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino Godzilla, melindungi kesehatan, serta menjaga ketahanan pangan dan keamanan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *