GemaWarta – 04 Agustus 2026 | Band asal Inggris, Massive Attack, mengalami situasi yang tidak terduga setelah mengadakan konser di Singapura. Dua anggota band, Robert Del Naja dan Grant Marshall, mengibarkan bendera Palestina dan menyebabkan kehebohan di antara penonton.
Menurut pernyataan band, mereka ditahan dan diperiksa oleh polisi Singapura setelah konser. Beberapa anggota band lainnya juga mengalami pencarian kamar hotel dan pencabutan sementara paspor mereka.
Polisi Singapura menyatakan bahwa tindakan band tersebut ‘dapat memicu kerusuhan rasial dan agama di Singapura’. Dua anggota band diberi peringatan keras dan dilarang memasuki Singapura kembali.
Massive Attack menyatakan bahwa mereka tidak menyangka bahwa mengibarkan bendera Palestina akan melanggar hukum. Mereka juga menyatakan bahwa mereka hanya ingin menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.
Insiden ini menimbulkan perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan sensor di Singapura. Beberapa pihak menyatakan bahwa tindakan polisi terlalu berlebihan, sementara yang lain menyatakan bahwa band tersebut harus menghormati hukum dan norma setempat.
Sementara itu, di tempat lain, terjadi kebakaran hutan di Perancis yang mengungkap ratusan amunisi Perang Dunia II. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang bahaya yang masih tersisa dari konflik masa lalu.
Dalam konteks lain, diadakan sayembara novel untuk memperingati 20 tahun wafatnya Naguib Mahfouz, seorang penulis Mesir yang terkenal. Sayembara ini bertujuan untuk menghargai karya sastra kontemporer dan mempromosikan kesadaran akan warisan budaya.
Terakhir, sebuah terjemahan langka dari karya Ibn Battuta, seorang penjelajah Muslim abad ke-14, dipamerkan di Perpustakaan Umum King Abdulaziz di Riyadh. Terjemahan ini merupakan salah satu edisi pertama dari karya Ibn Battuta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi berbagai kejadian yang menarik perhatian internasional. Dari insiden Massive Attack di Singapura hingga penemuan amunisi Perang Dunia II di Perancis, serta upaya untuk melestarikan warisan budaya, kita dapat melihat bahwa dunia masih penuh dengan kejadian yang menarik dan kompleks.











