Internasional

Serangan Besar ke Singapura: Band Massive Attack Ditatih Polisi Setelah Mengibarkan Bendera Palestina

×

Serangan Besar ke Singapura: Band Massive Attack Ditatih Polisi Setelah Mengibarkan Bendera Palestina

Share this article
Serangan Besar ke Singapura: Band Massive Attack Ditatih Polisi Setelah Mengibarkan Bendera Palestina
Serangan Besar ke Singapura: Band Massive Attack Ditatih Polisi Setelah Mengibarkan Bendera Palestina

GemaWarta – 04 Agustus 2026 | Band asal Inggris, Massive Attack, mengalami situasi yang tidak terduga setelah mengadakan konser di Singapura. Dua anggota band, Robert Del Naja dan Grant Marshall, mengibarkan bendera Palestina dan menyebabkan kehebohan di antara penonton.

Menurut pernyataan band, mereka ditahan dan diperiksa oleh polisi Singapura setelah konser. Beberapa anggota band lainnya juga mengalami pencarian kamar hotel dan pencabutan sementara paspor mereka.

🔖 Baca juga:
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Trump Tolak Perpanjang, Dunia Menanti Empat Skenario Krusial

Polisi Singapura menyatakan bahwa tindakan band tersebut ‘dapat memicu kerusuhan rasial dan agama di Singapura’. Dua anggota band diberi peringatan keras dan dilarang memasuki Singapura kembali.

Massive Attack menyatakan bahwa mereka tidak menyangka bahwa mengibarkan bendera Palestina akan melanggar hukum. Mereka juga menyatakan bahwa mereka hanya ingin menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.

Insiden ini menimbulkan perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan sensor di Singapura. Beberapa pihak menyatakan bahwa tindakan polisi terlalu berlebihan, sementara yang lain menyatakan bahwa band tersebut harus menghormati hukum dan norma setempat.

🔖 Baca juga:
Proyek Kereta Api Senilai $4 Miliar di Amerika Selatan dan Pengaruhnya terhadap Infrastruktur

Sementara itu, di tempat lain, terjadi kebakaran hutan di Perancis yang mengungkap ratusan amunisi Perang Dunia II. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang bahaya yang masih tersisa dari konflik masa lalu.

Dalam konteks lain, diadakan sayembara novel untuk memperingati 20 tahun wafatnya Naguib Mahfouz, seorang penulis Mesir yang terkenal. Sayembara ini bertujuan untuk menghargai karya sastra kontemporer dan mempromosikan kesadaran akan warisan budaya.

Terakhir, sebuah terjemahan langka dari karya Ibn Battuta, seorang penjelajah Muslim abad ke-14, dipamerkan di Perpustakaan Umum King Abdulaziz di Riyadh. Terjemahan ini merupakan salah satu edisi pertama dari karya Ibn Battuta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

🔖 Baca juga:
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam: Israel-Hizbullah Saling Tuduh, AS Rencanakan Serangan ke Iran

Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi berbagai kejadian yang menarik perhatian internasional. Dari insiden Massive Attack di Singapura hingga penemuan amunisi Perang Dunia II di Perancis, serta upaya untuk melestarikan warisan budaya, kita dapat melihat bahwa dunia masih penuh dengan kejadian yang menarik dan kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *