GemaWarta – 22 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir di Jawa telah menjadi fenomena yang sering terjadi belakangan ini. Banyak masyarakat yang merasa kesal dan khawatir karena pemadaman listrik ini dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Pemadaman listrik bergilir ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah masalah pasokan batu bara ke PLTU.
Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, masalah pasokan batu bara ke PLTU menjadi biang kerok pemadaman listrik. Selisih harga jual batu bara untuk kebutuhan dalam negeri dengan pasar global sangat jauh sehingga produsen cenderung enggan menjual komoditasnya kepada PLN.
Pemadaman listrik bergilir ini tidak hanya mempengaruhi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha kecil. Feni Murdiyanti, pemilik bisnis pizza rumahan di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengatakan bahwa pemadaman listrik telah merugikan bisnisnya. Ia kehilangan potensi penjualan hingga Rp1,6 juta karena listrik padam selama empat jam.
Untuk menghadapi pemadaman listrik bergilir, masyarakat dapat mengecek informasi tentang jadwal pemadaman melalui akun Instagram resmi PLN atau aplikasi PLN Mobile. Masyarakat juga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menggunakan sumber daya alternatif seperti genset atau batterai, serta menghemat energi listrik.
Chief Executive Officer dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan bahwa pemadaman listrik bergilir di Jawa masih akan berlanjut dan frekuensinya bisa meluas. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan siap menghadapi pemadaman listrik bergilir ini.
Dalam menghadapi pemadaman listrik bergilir, masyarakat perlu tetap tenang dan tidak panik. Mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan menghemat energi listrik untuk mengurangi dampak pemadaman listrik. Dengan demikian, masyarakat dapat menghadapi pemadaman listrik bergilir dengan lebih siap dan tidak terlalu terpengaruh.









