Bencana Alam

Banjir Padang: Ancaman Perubahan Iklim yang Mengancam Ketahanan Pembangunan

×

Banjir Padang: Ancaman Perubahan Iklim yang Mengancam Ketahanan Pembangunan

Share this article
Banjir Padang: Ancaman Perubahan Iklim yang Mengancam Ketahanan Pembangunan
Banjir Padang: Ancaman Perubahan Iklim yang Mengancam Ketahanan Pembangunan

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Banjir yang melanda Padang dan sekitarnya di tengah musim kemarau telah menyadarkan kita akan pentingnya membangun sistem perlindungan masyarakat yang tidak lagi bergantung pada pola musim. Perubahan iklim telah menuntut Negara untuk membangun sistem mitigasi bencana yang lebih antisipatif dan tidak lagi bergantung pada kalender musim.

Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti bencana banjir di Kota Padang dan sekitarnya, serta mendorong Pemerintah untuk membangun sistem perlindungan masyarakat yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya memastikan terpenuhinya kebutuhan warga yang terdampak banjir, terutama mereka yang mengungsi.

🔖 Baca juga:
Proyek Seni ‘Climate Clock’ di Oulu, Finlandia: Menggabungkan Seni dan Ilmu Pengetahuan untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Banjir yang melanda Padang telah menyebabkan 15 titik banjir di Kota Padang, dengan 1.488 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dan 1.377 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi. Bencana serupa juga mulai terjadi di sejumlah daerah lain di Sumbar, termasuk Kabupaten Agam.

Perubahan iklim telah menyebabkan pola hujan yang semakin ekstrem dan tidak lagi mengikuti siklus musim. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan yang selama ini bertumpu pada kalender musim tidak lagi memadai untuk melindungi masyarakat.

🔖 Baca juga:
Infografis Baru Ungkap Aturan Pajak Mobil Listrik: Insentif Daerah dan Dampak Fiskal

Oleh karena itu, Alex mendorong pemerintah untuk membangun National Climate Risk Governance atau sistem tata kelola risiko iklim nasional, yang mengintegrasikan BMKG, BNPB, kementerian teknis, pemerintah daerah, dan seluruh penyelenggara pelayanan publik.

Perubahan iklim juga telah menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian dan infrastruktur, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan yang masih menggunakan asumsi pola musim konvensional. Adaptasi terhadap perubahan iklim harus menjadi prinsip utama dalam perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

🔖 Baca juga:
Greenland: Antara Kehancuran dan Harapan

Kesimpulan, banjir Padang merupakan peringatan bahwa Indonesia telah memasuki era baru risiko kebencanaan akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, pemerintah perlu membangun sistem perlindungan masyarakat yang lebih antisipatif dan tidak lagi bergantung pada pola musim. Dengan demikian, dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang harus ditanggung masyarakat dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *