BERITA

Indonesia Perkuat Industri Pertahanan dan Militer: Meningkatkan Kemampuan dan Kemandirian

×

Indonesia Perkuat Industri Pertahanan dan Militer: Meningkatkan Kemampuan dan Kemandirian

Share this article
Indonesia Perkuat Industri Pertahanan dan Militer: Meningkatkan Kemampuan dan Kemandirian
Indonesia Perkuat Industri Pertahanan dan Militer: Meningkatkan Kemampuan dan Kemandirian

GemaWarta – 21 Juni 2026 | Indonesia terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian industri pertahanan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan penandatanganan perjanjian kerja sama produksi kendaraan taktis antara PT Republik Motor Internasional (RMI), anak perusahaan Republikorp, dan Arquus, perusahaan manufaktur kendaraan militer asal Prancis.

Penandatanganan perjanjian ini berlangsung pada ajang Eurosatory 2026 di Paris, Prancis, dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan kapabilitas kendaraan taktis di Indonesia. Perjanjian ini ditandatangani oleh Pendiri Republikorp Group Holding Norman Joesoef dan Thierry Renaudin selaku Presiden Arquus.

🔖 Baca juga:
BTS V Menunjukkan Kesetiaan dan Kepedulian terhadap Teman dan Seni

Norman Joesoef menyatakan bahwa kemandirian industri pertahanan tidak dibangun melalui produk semata, tetapi melalui penguasaan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak kemampuan yang dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyebut skor kemampuan militer Indonesia dalam Asia Power Index (API) masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, Kresno Pratowo, mengatakan bahwa capaian skor military capability Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Di lain pihak, empat perwira menengah TNI berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat tinggi di National Defense University (NDU), salah satu institusi pendidikan militer paling prestisius di Amerika Serikat. Mereka adalah Kolonel Marinir Tri Yudha Ismanto, Kolonel Benny Wahyudi, Kolonel M. Jausan, dan Kolonel Akal Juang Putra.

🔖 Baca juga:
Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2026: Berapa Besar dan Siapa yang Tidak Menerima?

Pencapaian ini tidak hanya merepresentasikan keberhasilan akademik, tetapi juga mencerminkan investasi jangka panjang Indonesia dalam membangun kepemimpinan militer yang adaptif, berwawasan global, dan berbasis pemikiran strategis guna menghadapi tantangan keamanan masa depan.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan militer, Indonesia juga telah memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat. Dubes RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa keempat perwira TNI yang lulus dari NDU akan memperkuat kapasitas militer nasional dalam menghadapi tantangan global.

Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional. Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama produksi kendaraan taktis, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi kendaraan taktis di dalam negeri dan mendukung kebutuhan operasional pertahanan Indonesia.

🔖 Baca juga:
Harga Emas Turun, Persiapan Timnas, dan Pemadaman Listrik: Berita Jumat Ini

Kesimpulan, Indonesia terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian industri pertahanan nasional. Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama produksi kendaraan taktis dan pendidikan empat perwira menengah TNI di NDU, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan militer dan kemandirian industri pertahanan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *