GemaWarta – 23 Juni 2026 | Surabaya dan sekitarnya saat ini sedang mengalami cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan ini dipicu oleh fenomena kemarau basah dan pertemuan massa angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan kumulonimbus.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa cuaca ini merupakan bagian dari fenomena kemarau basah yang dikenal dalam ilmu meteorologi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya telah melakukan pemetaan dan analisis mengenai penyebab banjir di sejumlah titik di Kota Pahlawan. Hasil kajian mendalam yang dilakukan bersama BMKG Kelas I Juanda dan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya menunjukkan bahwa fenomena tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor alamiah, termasuk hujan berintensitas sedang hingga lebat, hambatan aliran ke laut, dan kiriman air dari wilayah hulu.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa faktor dominan penyebab banjir adalah dampak fenomena cuaca yang signifikan. Pertumbuhan awan Cumulonimbus memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Surabaya. Selain itu, kendala teknis pada sistem drainase akibat fenomena backwater effect atau arus balik air di hilir yang terhambat oleh pasang laut juga memperbesar risiko genangan.
Cuaca ekstrem ini telah menyebabkan genangan air di 16 titik wilayah Surabaya, dengan empat titik di antaranya masih berlangsung hingga siang hari. BPBD Kota Surabaya juga melaporkan adanya empat kejadian pohon tumbang dan satu unit rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak cuaca ekstrem tersebut.
Warga dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah serta BPBD setempat. Penting untuk memantau perkembangan cuaca dan melakukan persiapan untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi juga masih kerap mengguyur kawasan perkotaan, termasuk Surabaya dan daerah penyangganya seperti Sidoarjo. Masyarakat diminta untuk tetap siaga dan mengikuti informasi terkini dari BMKG dan BPBD setempat.











