GemaWarta – 24 Juni 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkap adanya anomali dalam kondisi ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir atau pada masa pemerintahan dari Eks Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, meski perekonomian nasional tumbuh rata-rata 5 persen per tahun dan membuat negara semakin kaya, jumlah penduduk miskin justru mengalami peningkatan.
Prabowo mengatakan secara logika, pertumbuhan ekonomi selama tujuh tahun seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun data yang diterimanya setelah menjabat presiden menunjukkan kondisi yang berbeda. Ia menilai kondisi tersebut merupakan sebuah keanehan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa pemerintah harus mewaspadai kondisi tersebut dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem ekonomi yang berjalan agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Di sisi lain, Prabowo mengungkap alasan gaji pegawai negeri dan guru di Indonesia tidak bisa membaik. Hal ini dikarenakan banyaknya kebocoran anggaran di Indonesia yang sudah lama terjadi, sehingga negara tak memiliki dana untuk memperbaiki gaji guru.
Ia menyampaikan, total kebocoran anggaran yang dialami Indonesia mencapai USD 150 miliar atau Rp2.500 triliun per tahun. Prabowo menegaskan pemerintahannya sedang melalukan perbaikan untuk mencegah dan memberantas kebocoran anggaran yang merugikan rakyat.
Selain itu, Prabowo juga meminta dukungan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengatasi berbagai kebocoran kekayaan negara. Sebab, kebocoran kekayaan negara telah berlangsung puluhan tahun dan membuat rakyat tidak menikmati hasil pembangunan secara optimal.
Prabowo menyoroti praktik under invoicing atau laporan palsu nilai ekspor sebagai salah satu penyebab kebocoran kekayaan negara. Dia menyebut para pengusaha itu berbohong dengan meyebut menjual 500 ton, padahal 1.000 ton.
Terakhir, Presiden Prabowo Subianto menjanjikan potongan aplikator ojek online turun dari 20% ke 8% saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 lalu. Kebijakan itu efektif mulai berlaku 1 Juli 2026 mendatang.
Dengan turunnya potongan aplikator menjadi 8% diharapkan membuat driver ojol lebih sejahtera. Prabowo menegaskan pemerintahannya sedang melalukan perbaikan untuk mencegah dan memberantas kebocoran anggaran yang merugikan rakyat.
Kesimpulan dari berbagai pernyataan Prabowo Subianto adalah bahwa pemerintah harus serius dalam mengatasi kebocoran kekayaan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.









