GemaWarta – 08 Agustus 2026 | Ledakan besar terjadi di rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) lalu. Ledakan ini diduga kuat terjadi akibat adanya detonasi yang berasal dari kebocoran gas metana. Sebagai informasi, komplek mewah di kawasan Kecamatan Medan Polonia ini dialiri oleh jaringan gas metana yang dialirkan oleh PGN.
Tim gabungan Polrestabes Medan, Bid Labfor Polda Sumut, dan Perusahaan Gas Negara (PGN) wilayah Sumut terus mengintensifkan proses pendeteksian penyebab ledakan. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, tim gabungan akhirnya menemukan titik kebocoran gas yang menyebabkan ledakan besar di rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Kota Medan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa tim gabungan sudah berhasil mendeteksi titik gas yang mengalami kebocoran. Namun, Calvijn mengaku sejauh ini ia belum bisa membeberkan lebih rinci terkait di mana titik yang menjadi sumber peristiwa yang menelan tiga korban jiwa ini.
Polrestabes Medan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 36 orang saksi terkait ledakan ini. Saksi-saksi tersebut dibagi ke dalam beberapa klaster, seperti klaster lingkungan perumahan, klaster dari pemilik rumah, dan klaster eksternal.
Calvijn mengatakan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan dalam beberapa klaster. Klaster pertama lingkungan perumahan yakni kepala lingkungan, tukang dan warga setempat. Kemudian, klaster dari pemilik rumah. Selanjutnya, dari klaster eksternal untuk memastikan pihaknya bertanggung jawab dari proses berdirinya rumah tersebut.
Dalam kasus ini, Polrestabes Medan belum memberikan keterangan secara pasti terkait hasil penyelidikan yang dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, tim gabungan terus melakukan pendeteksian untuk memaksimalkan penyelidikan.
Kesimpulan dari peristiwa ledakan di Grand Polonia Medan adalah bahwa ledakan tersebut diduga kuat terjadi akibat adanya detonasi yang berasal dari kebocoran gas metana. Polrestabes Medan telah menemukan titik kebocoran gas dan telah memeriksa 36 orang saksi terkait ledakan ini.









