GemaWarta – 25 Juni 2026 | Beberapa kejadian kebakaran telah terjadi di Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan kerugian yang signifikan. Di Duren Sawit, Jakarta Timur, dua kebakaran terjadi secara berurutan, menghanguskan hunian warga dan menyebabkan 23 jiwa terdampak dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran pertama di Jalan Laut Banda diketahui bersumber dari korsleting listrik, sedangkan kebakaran kedua di Jalan Arabika juga diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 26 unit mobil damkar serta 130 personel untuk memadamkan api di lokasi.
Di sisi lain, kebakaran juga terjadi di toko material di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan 109 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Sementara itu, kebakaran pabrik sandal di Tangerang baru padam setelah 21 jam, dengan bahan yang sulit padam dan kendala pasokan air menjadi tantangan utama.
Kebakaran ini menimbulkan keprihatinan akan keselamatan warga dan pengelolaan infrastruktur utilitas di Jakarta dan sekitarnya. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, mendesak Pemprov DKI Jakarta melakukan audit total terhadap seluruh jaringan kabel udara di Ibu Kota.
Menurutnya, peristiwa tewasnya siswi SMAN 6 Jakarta akibat kecelakaan yang dipicu kabel menjuntai merupakan alarm keras atas lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola infrastruktur utilitas di Jakarta. Ia meminta Pemprov DKI Jakarta bersama instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
Di akhir, kebakaran ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya pengelolaan infrastruktur yang baik dan kesadaran akan keselamatan warga. Dengan demikian, kita dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjaga keselamatan warga.











