GemaWarta – 26 Juni 2026 | Francisco Guterres, mantan Presiden Timor-Leste, telah meninggal dunia pada usia 71 tahun. Ia dikenal sebagai tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan Timor-Leste dari Indonesia. Guterres menjabat sebagai Presiden Timor-Leste dari tahun 2017 hingga 2022.
Guterres lahir pada tahun 1955 di Timor-Leste. Ia bergabung dengan perjuangan kemerdekaan Timor-Leste sejak usia muda dan menjadi salah satu tokoh utama dalam perjuangan tersebut. Pada tahun 2017, ia terpilih sebagai Presiden Timor-Leste dan menjabat hingga tahun 2022.
Sebagai Presiden, Guterres berusaha untuk memperkuat institusi demokratis di Timor-Leste dan mempromosikan persatuan nasional. Ia juga berusaha untuk meningkatkan hubungan Timor-Leste dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Setelah meninggalkan jabatan Presiden, Guterres tetap aktif dalam politik dan terus berjuang untuk kepentingan rakyat Timor-Leste. Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Juni 2026, di Malaysia, setelah menjalani perawatan medis.
Pemerintah Timor-Leste telah menetapkan masa berkabung nasional selama satu pekan untuk menghormati Guterres. Bendera setengah tiang juga dikibarkan di gedung-gedung publik sebagai tanda penghormatan.
Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam, telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Timor-Leste atas meninggalnya Guterres. Ia menyebut Guterres sebagai tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan Timor-Leste dan memperkuat institusi demokratis di negara tersebut.
Selain itu, Sekretaris Jenderal Vietnam, To Lam, juga telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Timor-Leste. Ia menyebut Guterres sebagai tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan Timor-Leste dan memperkuat persatuan nasional.
Pemerintah India juga telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Timor-Leste atas meninggalnya Guterres. Ia menyebut Guterres sebagai tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan Timor-Leste dan memperkuat institusi demokratis di negara tersebut.
Dalam kesimpulan, Francisco Guterres adalah tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan Timor-Leste dan memperkuat institusi demokratis di negara tersebut. Ia meninggal dunia pada usia 71 tahun, tetapi warisannya akan terus dikenang oleh rakyat Timor-Leste dan negara-negara lain yang menghormatinya.











