GemaWarta – 12 Agustus 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa saat ini merupakan waktu terbaik bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS). Pezeshkian mengatakan Iran berada dalam posisi yang kuat setelah konflik terbaru sehingga memiliki peluang untuk melanjutkan proses diplomasi.
Menurut Pezeshkian, Iran dan AS seharusnya sejak awal membentuk saluran komunikasi khusus untuk menangani pelanggaran gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa dialog tidak mengubah pandangan dasar Iran terhadap Amerika Serikat.
Pezeshkian juga menyebutkan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan AS pada Juni lalu merupakan langkah awal untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia menegaskan bahwa AS harus menghentikan sikap yang memicu ketidakpercayaan dan bersedia membangun kembali kepercayaan dengan Teheran.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington berupaya memastikan sebanyak mungkin minyak dan gas kembali mengalir melalui Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan ketika Iran dan Oman mengisyaratkan adanya kemajuan dalam pembahasan mengenai mekanisme pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga melakukan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada akhir Juli lalu. Pertemuan tersebut membahas masalah militer dan ekonomi, termasuk konflik militer dengan AS dan kebutuhan penghidupan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, Pezeshkian memberikan keterangan yang berbeda-beda mengenai aksesnya untuk bertemu langsung dengan Mojtaba. Sejak terpilih menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada awal Maret lalu, Mojtaba sama sekali belum pernah muncul di hadapan publik.
Kondisi Mojtaba Khamenei sendiri masih belum jelas setelah dilaporkan mengalami luka parah akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat walafiat.
Kesimpulan dari pernyataan Pezeshkian adalah bahwa Iran berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai kesepakatan dengan AS. Namun, AS harus menghentikan sikap yang memicu ketidakpercayaan dan bersedia membangun kembali kepercayaan dengan Teheran.









