GemaWarta – 02 Juli 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 3.5 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Kamis, 2 Juli 2026, dini hari. Pusat gempa berada sekitar 29 km timur laut Sigi, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 5 kilometer. Gempa ini termasuk kategori gempa kecil dan tidak berpotensi tsunami.
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00:01:09 WITA. Gempa ini tidak dirasakan oleh warga di Manado. Kabupaten Sigi berbatasan langsung dengan Kota Palu, dan dari pusat pemerintahan Kabupaten Sigi di Bora menuju Kota Palu dapat ditempuh melalui jalur darat sejauh sekitar 15 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan.
Selain gempa ini, beberapa hari sebelumnya, gempa dengan magnitudo 2,6 juga terjadi di wilayah yang sama. Gempa tersebut berpusat di darat Sigi, dan berjarak sekitar 34 kilometer dari pusat Sigi. Kedalaman pusat gempa berada di kedalaman 5 kilometer.
Gempa bumi di Sulawesi Tengah juga menjadi perhatian dalam konteks film ‘Tanah Runtuh’ yang mengangkat kisah tentang keluarga yang terpisah akibat konflik di Poso, Sulawesi Tengah, pada tahun 2005. Film ini menjadi refleksi bagi masyarakat dan kepolisian dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara.
Di bidang pendidikan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan beasiswa dengan porsi minimal 25 persen untuk pendaftar dari daerah afirmasi, termasuk Sulawesi Tengah. Pendaftar dari daerah afirmasi memiliki kesempatan yang sama dengan pendaftar lainnya untuk kuliah S2 atau S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam beberapa kasus, pendaftar dari daerah afirmasi tidak perlu memiliki sertifikat tes kemampuan bahasa Inggris jika ingin kuliah di dalam negeri. Namun, jika ingin studi ke luar negeri, mereka harus memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dan sertifikat bahasa Inggris.
Kesimpulan, gempa bumi di Sulawesi Tengah menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Dalam konteks pendidikan, LPDP memberikan kesempatan bagi pendaftar dari daerah afirmasi untuk kuliah S2 atau S3. Gempa bumi dan pendidikan merupakan dua isu yang berbeda namun sama-sama penting dalam pembangunan daerah.











