GemaWarta – 22 April 2026 | Senat Amerika Serikat menggelar sidang konfirmasi selama dua setengah jam pada 21 April 2026 untuk meninjau calon Ketua Federal Reserve yang diusulkan Presiden Donald Trump, Kevin Warsh. Sidang tersebut menjadi sorotan utama karena menampakkan ketegangan antara keinginan politik Presiden dan prinsip independensi bank sentral yang telah menjadi pijakan utama sistem moneter Amerika Serikat.
Dalam pembukaan, Senator Jack Reed (D‑RI) menanyai Warsh secara tegas apakah ia siap menolak tekanan politik dan tetap menjaga kebijakan moneter bebas dari intervensi. Warsh menjawab, “Ya, Senator, saya melakukannya,” namun kemudian menambahkan bahwa independensi harus “diperoleh dengan memenuhi janji‑janji yang telah dibuat Fed”. Pernyataan ini memicu protes dari Senator Jared Bernstein, mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi di bawah Joe Biden, yang menegaskan bahwa independensi Fed bukan sesuatu yang harus dipertaruhkan, melainkan landasan historis yang tidak boleh dikompromikan.
Presiden Trump secara terbuka menyatakan dalam wawancara CNBC pada hari yang sama bahwa ia mengharapkan Warsh segera menurunkan suku bunga. Pernyataan tersebut sebelumnya juga disuarakan di media sosial Trump, di mana ia menulis, “Siapa pun yang tidak setuju dengan saya tidak akan pernah menjadi Ketua Fed!”. Tuduhan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang apakah calon Ketua Fed akan dipaksa menyesuaikan kebijakan moneter demi kepentingan politik, terutama menjelang pemilihan presiden pada November.
Selain tekanan politik, sidang tersebut juga mengangkat isu investigasi Departemen Kehakiman terhadap Ketua Fed saat itu, Jerome Powell. Senator Thom Tillis (R‑NC) menegaskan bahwa ia tidak akan mendukung konfirmasi Warsh sampai investigasi tersebut dihentikan. Tillis menuduh bahwa penyelidikan terhadap biaya renovasi gedung Fed sebesar hampir US$4 miliar bersifat tidak berdasar dan mengganggu proses konfirmasi. Sementara itu, Presiden Trump menolak menurunkan kasus tersebut, menyatakan perlunya transparansi dalam penggunaan dana publik.
Warsh juga menghadapi pertanyaan mengenai portofolio aset pribadi yang bernilai lebih dari US$100 juta. Para senator menyoroti potensi konflik kepentingan, meskipun Warsh menyatakan telah bekerja sama dengan Kantor Etika Pemerintah untuk merencanakan divestasi aset tersebut.
Di sisi kebijakan, Warsh mengemukakan rencana untuk mengurangi neraca Federal Reserve sebesar US$6 triliun, memanfaatkan data alternatif untuk mengukur inflasi, dan mengeksplorasi kecerdasan buatan dalam menyesuaikan suku bunga tanpa menimbulkan tekanan harga. Ia juga menegaskan bahwa kripto‑aset sudah menjadi “bagian dari jaringan keuangan Amerika Serikat” dan akan dipertimbangkan dalam kerangka regulasi ke depan.
- Independensi Fed dipertanyakan setelah Presiden secara terbuka menuntut pemotongan suku bunga.
- Investigasi DOJ terhadap Jerome Powell menjadi batu sandungan politik bagi konfirmasi Warsh.
- Warsh memiliki aset pribadi yang signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan konflik kepentingan.
- Rencana kebijakan Warsh mencakup pengurangan neraca, penggunaan AI, dan integrasi kripto.
Para anggota Senat dari kedua kubu menyoroti perubahan sikap Warsh mengenai suku bunga. Dulu ia dikenal sebagai pendukung suku bunga tinggi untuk menahan inflasi, namun dalam beberapa bulan terakhir ia beralih pada posisi yang lebih mendukung pemotongan suku bunga, menimbulkan kecurigaan bahwa posisinya mengikuti arus politik daripada analisis ekonomi yang independen.
Sejumlah pengamat, termasuk Richard Stern dari think‑tank konservatif Advancing American Freedom, mencatat bahwa Warsh berada dalam posisi yang sulit: ia harus menyeimbangkan harapan Presiden dengan ekspektasi publik dan para anggota Senat yang menuntut integritas lembaga. Stern menilai, “Jika Trump tetap mengikat nominasi ini pada agenda politiknya, peluang konfirmasi Warsh menjadi sangat tipis.”
Dengan menutup sidang, Senator Chris Van Hollen (D‑MD) menekankan kekhawatirannya bahwa kebijakan moneter yang dipengaruhi politik dapat merusak stabilitas keuangan global dan meningkatkan beban hidup warga Amerika. Ia mengajak semua pihak untuk menegakkan prinsip independensi Federal Reserve demi menjaga kepercayaan pasar dan menstabilkan inflasi.
Kesimpulannya, proses konfirmasi Kevin Warsh menyoroti pertarungan antara kekuasaan eksekutif dan mandat independen bank sentral. Tanpa dukungan penuh dari senator kunci seperti Thom Tillis dan tanpa penyelesaian atas investigasi DOJ, masa depan Warsh di Federal Reserve masih sangat tidak pasti. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi demokrasi Amerika tentang pentingnya menjaga batasan antara kebijakan politik dan keputusan ekonomi yang bersifat teknis.







