Politik

Krisis Politik di Bolivia: Aksi Demo dan Pengunduran Diri Menteri

×

Krisis Politik di Bolivia: Aksi Demo dan Pengunduran Diri Menteri

Share this article
Krisis Politik di Bolivia: Aksi Demo dan Pengunduran Diri Menteri
Krisis Politik di Bolivia: Aksi Demo dan Pengunduran Diri Menteri

GemaWarta – 03 Juni 2026 | Situasi politik di Bolivia semakin memanas dengan aksi demo yang terus berlanjut menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur dari jabatannya. Gelombang unjuk rasa ini telah menyebabkan beberapa menteri mengundurkan diri, termasuk Menteri Pertahanan Marcelo Salinas dan Menteri Pendidikan Beatriz Garcia.

Pengunduran diri Salinas dikonfirmasi oleh seorang pejabat Kementerian Pertahanan Bolivia, yang menyatakan bahwa informasi tersebut telah dikonfirmasi. Sementara itu, pengunduran diri Garcia telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pendidikan secara terpisah.

🔖 Baca juga:
Independiente Petrolero vs Botafogo: Pertarungan Sengit di Copa Sudamericana 2026

Aksi demo di Bolivia telah berlangsung selama berminggu-minggu, dengan para pekerja, petani, dan guru menuntut langkah-langkah untuk meringankan krisis ekonomi terburuk di Bolivia dalam empat dekade terakhir. Presiden Paz telah memperingatkan bahwa Bolivia berada di “titik kritis” dan menolak untuk mengesampingkan kemungkinan mendeklarasikan keadaan darurat dan menggunakan militer untuk mengendalikan unjuk rasa.

Situasi ini telah menyebabkan kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar di beberapa kota, termasuk La Paz dan El Alto. Harga barang-barang kebutuhan pokok juga melonjak akibat blokade jalan yang dilakukan oleh demonstran.

Pemerintah Bolivia menuduh para demonstran berupaya “mengubah tatanan demokrasi” dan menyatakan bahwa mantan Presiden Evo Morales yang memimpin unjuk rasa yang marak. Morales, yang berkuasa tahun 2006 hingga tahun 2019, saat ini berada dalam persembunyian dan menghadapi tuduhan perdagangan remaja perempuan.

Dalam sebuah pernyataan, Morales menyebut rakyat Bolivia marah karena Presiden Paz mengawasi “pemerintahan yang sepenuhnya tunduk” kepada AS. Ia juga menyatakan bahwa pemberontakan ini menentang model neo-liberal dan negara neo-kolonial.

🔖 Baca juga:
Kejutan di Mali: Pemimpin Militer Goita Bertemu Duta Rusia Usai Serangan, Penambang Emas Tak Mundur

Krisis politik di Bolivia ini telah menarik perhatian internasional, dengan beberapa negara dan organisasi internasional menyatakan keprihatinan atas situasi tersebut. Pemerintah Bolivia harus segera menemukan solusi untuk mengatasi krisis ini dan memulihkan stabilitas politik di negara tersebut.

Kesimpulan, krisis politik di Bolivia ini merupakan tantangan besar bagi pemerintahan Presiden Rodrigo Paz. Dengan aksi demo yang terus berlanjut dan pengunduran diri beberapa menteri, situasi politik di Bolivia semakin memanas. Pemerintah Bolivia harus segera menemukan solusi untuk mengatasi krisis ini dan memulihkan stabilitas politik di negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *