GemaWarta – 09 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan wilayah di 10 provinsi Indonesia berstatus Waspada dan Siaga dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I Juli 2026. Peringatan ini menjadi sinyal meningkatnya risiko kekeringan di tengah musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.
BMKG memastikan tidak ada wilayah yang berstatus Awas pada periode dasarian pertama Juli 2026. Peringatan dini tersebut diterbitkan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengantisipasi dampak kekeringan sejak dini.
Berdasarkan analisis klimatologi BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis tersebar di Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Selatan.
Wilayah berstatus Siaga antara lain Kabupaten Buleleng (Bali), Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), dan Kabupaten Merauke (Papua Selatan). Status yang sama juga ditetapkan pada sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur serta Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, status Waspada mencakup puluhan kabupaten dan kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, hingga Kabupaten Boven Digoel di Papua Selatan.
BMKG juga memantau kondisi cuaca lainnya, seperti potensi banjir rob di pesisir Jawa Timur pada 11-17 Juli 2026, dan gempa bumi dengan magnitudo 4,7 yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada 9 Juli 2026.
Kualitas udara di beberapa kota juga dipantau, dengan Medan dan Banjarbaru yang masuk dalam kategori tidak sehat. Suhu udara di Jakarta diperkirakan akan terik, dengan suhu maksimum mencapai 33 derajat Celsius.
Kondisi cuaca ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan atau banjir. BMKG terus memantau dan mengupdate informasi cuaca untuk membantu masyarakat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Kesimpulan, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan Juli 2026, dan masyarakat perlu waspada terhadap potensi kekeringan, banjir rob, dan cuaca ekstrem lainnya. Dengan memantau informasi cuaca dari BMKG, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak cuaca ekstrem.











