Ekonomi

BI Rate 4,75% Dipertahankan: Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Stabilitas Rupiah dan Inflasi

×

BI Rate 4,75% Dipertahankan: Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Stabilitas Rupiah dan Inflasi

Share this article
BI Rate 4,75% Dipertahankan: Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Stabilitas Rupiah dan Inflasi
BI Rate 4,75% Dipertahankan: Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Stabilitas Rupiah dan Inflasi

GemaWarta – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 April, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen. Keputusan ini diumumkan secara virtual oleh Gubernur Perry Warjiyo dalam konferensi pers, menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap berfokus pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BI menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen serta Lending Facility di 5,50 persen. Menurut Perry, langkah ini konsisten dengan strategi penyesuaian struktur suku bunga yang bertujuan memperkuat nilai tukar rupiah, terutama mengingat dampak negatif dari perang di Timur Tengah yang memperburuk kondisi ekonomi dunia.

🔖 Baca juga:
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Kesepakatan AS-Iran, Saham Naik Lebih dari 1%

Beberapa poin utama kebijakan yang disampaikan meliputi:

  • Penguatan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi dalam target 2,5 ± 1 persen selama 2026‑2027.
  • Penguatan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mempercepat penurunan suku bunga perbankan dan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil.
  • Ekspansi pembayaran digital serta penguatan infrastruktur sistem pembayaran nasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Perry Warjiyo menambahkan bahwa BI terus memantau ruang penurunan lebih lanjut untuk BI Rate, namun tetap harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. “Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran diarahkan untuk tetap menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Blokade Selat Hormuz Picu Negara-Negara Alih Impor Energi ke AS, Harga Minyak Meroket

Keputusan ini juga dipandang sebagai respons terhadap tekanan eksternal, termasuk fluktuasi harga komoditas dan volatilitas pasar keuangan global. Dengan menjaga BI Rate pada 4,75 %, BI berharap dapat menahan arus keluar modal serta memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.

Dalam jangka menengah, kebijakan makroprudensial akan difokuskan pada peningkatan kredit ke sektor prioritas pemerintah, seperti infrastruktur, energi terbarukan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, sistem pembayaran digital akan diperluas, termasuk adopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi.

🔖 Baca juga:
MSCI Siapkan Penghapusan BREN dan DSSA: Dampak Besar pada Harga dan Rekomendasi Analis

Para analis pasar menilai bahwa keputusan mempertahankan BI Rate memberikan sinyal kestabilan bagi pelaku bisnis. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan reformasi struktural untuk mengatasi hambatan produktivitas dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, penetapan kembali BI Rate pada 4,75 % mencerminkan upaya Bank Indonesia untuk menyeimbangkan antara mendukung pertumbuhan ekonomi domestik dan melindungi ekonomi dari guncangan eksternal. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi pemulihan ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *