Daerah

Surabaya Giatkan Revitalisasi Kota Lama, Buka Program Medical Tourism, dan Siapkan Warga Hadapi Hujan Ringan 2026

×

Surabaya Giatkan Revitalisasi Kota Lama, Buka Program Medical Tourism, dan Siapkan Warga Hadapi Hujan Ringan 2026

Share this article
Surabaya Giatkan Revitalisasi Kota Lama, Buka Program Medical Tourism, dan Siapkan Warga Hadapi Hujan Ringan 2026
Surabaya Giatkan Revitalisasi Kota Lama, Buka Program Medical Tourism, dan Siapkan Warga Hadapi Hujan Ringan 2026

GemaWarta – 23 April 2026 | Surabaya terus menegaskan posisinya sebagai kota maju dengan serangkaian program yang menyentuh aspek pariwisata, kesehatan, dan layanan publik. Pemerintah Kota, dipimpin oleh Wali Kota Eri Cahyadi, menargetkan revitalisasi kawasan bersejarah, peluncuran program medical tourism, serta penyediaan informasi cuaca yang akurat untuk mendukung aktivitas warga.

Revitalisasi Kota Lama

🔖 Baca juga:
VinFast Subang: Investasi Miliaran Dollar, Tantangan Besar yang Mengintai

Pada tahun 2024, Surabaya memulai serangkaian penataan kembali di kawasan Kota Lama. Langkah pertama melibatkan pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Babi Pegirian dari zona religi Ampel dan mengubahnya menjadi Sentra Wisata Kuliner (SWK) Serambi Ampel. Sentra ini kini menjadi titik fokus kuliner lokal yang memadukan cita rasa tradisional dengan konsep modern.

Penataan berlanjut ke Zona Eropa, yang mencakup Jembatan Merah, Jalan Rajawali, dan sekitarnya. Gedung-gedung dicat ulang, dipasang ornamen khas, serta didirikan monumen mobil Jenderal A.W.S. Mallaby. Pada 3 Juni 2024, kawasan Zona Eropa resmi diluncurkan dengan stand UMKM yang menampilkan produk-produk kreatif lokal.

Selanjutnya, bekas lahan THR-TRS seluas 2,7 hektar diubah menjadi Surabaya Expo Center (SBEC), yang kini menjadi arena konser, pameran, dan festival budaya. Terowongan 172 meter yang menghubungkan Terminal Joyoboyo Intermoda (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) selesai dibangun, mempermudah akses wisatawan dan dilengkapi video‑mapping satwa.

Di akhir tahun 2024, kota meresmikan “Pesona Laser Air Mancur” di Jembatan Suroboyo. Pertunjukan cahaya yang dipadukan dengan video‑mapping menampilkan motif budaya Jawa Timur, menjadikan lokasi ini atraksi malam yang menarik bagi turis domestik maupun mancanegara.

Program Medical Tourism

Menanggapi kebutuhan layanan kesehatan kelas dunia, Surabaya meluncurkan program medical tourism pada April 2026. Delapan rumah sakit terakreditasi Kementerian Kesehatan berpartisipasi, menawarkan paket lengkap mulai dari penjemputan di bandara, konsultasi medis, hingga akomodasi hotel. Program ini terintegrasi dengan biro perjalanan, memungkinkan pasien asing maupun domestik menikmati layanan kesehatan sekaligus wisata pemulihan.

🔖 Baca juga:
Saham Salim Ivomas Pratama Melejit 12,7%: Bintang Baru di Langit IHSG 2026

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mengurangi kebutuhan warga Indonesia untuk berobat ke luar negeri. “Kami menyiapkan fasilitas yang setara dengan standar internasional, dengan spesialisasi jantung, terapi, dan pediatri,” ujarnya dalam konferensi pers.

Target awal program adalah melayani 500–1.000 pasien dalam beberapa bulan pertama, dengan harapan jumlah tersebut akan terus meningkat seiring reputasi Surabaya sebagai destinasi kesehatan terkemuka.

Cuaca Ringan, Warga Tetap Waspada

Menurut Badan Meteorologi Nasional, pada 23 April 2026 Surabaya mengalami hujan ringan yang turun secara sporadis sepanjang hari. Suhu berkisar antara 25‑32°C, dengan kelembapan 68‑93%. Kondisi ini menurunkan suhu terasa lebih sejuk namun meningkatkan risiko licinnya jalan, terutama di area rawan genangan.

Berikut ringkasan cuaca hari ini:

  • Suhu terendah: 25°C (pagi)
  • Suhu tertinggi: 32°C (siang)
  • Kelembapan: 68‑93%
  • Hujan ringan: diperkirakan turun pada pagi, siang, dan sore

Warga disarankan membawa payung atau jas hujan, mengenakan pakaian ringan yang menyerap keringat, serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik, khususnya rem dan ban.

🔖 Baca juga:
Erick Thohir Ungkap Rencana Besar: Timnas Indonesia Target Tim Langganan Piala Dunia

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Revitalisasi kawasan bersejarah dan peluncuran medical tourism memberikan dorongan signifikan bagi ekonomi lokal. Stand UMKM di Zona Eropa mencatat peningkatan penjualan rata‑rata 35% dalam tiga bulan pertama. SBEC telah menarik lebih dari 20.000 pengunjung sejak pembukaan, meningkatkan pendapatan sektor perhotelan hingga 12%.

Program medical tourism diproyeksikan menyumbang tambahan Rp1,2 triliun per tahun bagi pendapatan kota, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi tenaga medis, staf hotel, dan penyedia jasa transportasi.

Secara keseluruhan, upaya terpadu Surabaya dalam menggabungkan warisan budaya, inovasi layanan kesehatan, dan penyediaan informasi cuaca yang transparan menegaskan komitmen kota untuk menjadi destinasi yang nyaman bagi warganya dan menarik bagi wisatawan.

Dengan langkah‑langkah ini, Surabaya berada pada jalur yang tepat untuk meneguhkan reputasinya sebagai kota pahlawan yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *