Daerah

Wali Kota Bandung Gencar Gerakkan Ekonomi, Atasi Pengangguran dan Krisis Energi dengan Inovasi Baru

×

Wali Kota Bandung Gencar Gerakkan Ekonomi, Atasi Pengangguran dan Krisis Energi dengan Inovasi Baru

Share this article
Wali Kota Bandung Gencar Gerakkan Ekonomi, Atasi Pengangguran dan Krisis Energi dengan Inovasi Baru
Wali Kota Bandung Gencar Gerakkan Ekonomi, Atasi Pengangguran dan Krisis Energi dengan Inovasi Baru

GemaWarta – 26 April 2026 | Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menanggulangi tiga tantangan utama yang mengancam kesejahteraan warga: tingginya angka pengangguran, potensi krisis energi, serta masalah pengelolaan sampah dan banjir di daerah rawan.

Pada awal April 2026, Pemkot Bandung menggelar Bursa Kerja yang menyediakan ribuan lowongan pekerjaan bagi pencari kerja. Acara tersebut berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk lulusan baru, tenaga kerja informal, dan pengangguran jangka panjang. Dengan kerjasama bersama perusahaan lokal dan nasional, peluang kerja di sektor manufaktur, teknologi, serta jasa publik meningkat signifikan, sehingga tekanan pada angka pengangguran dapat ditekan secara nyata.

🔖 Baca juga:
Penutupan Jalur KRL Stasiun Bogor Batal Hari Ini, Jadwal Operasional Ditunda Hingga Tidak Pasti

Tak hanya itu, Wali Kota Bandung juga mengambil langkah tegas terhadap aparatur yang kurang disiplin. Ia mengancam akan memecat penyapu jalan yang tiga kali terlambat, serta menilai kinerja 1.500 petugas kebersihan secara menyeluruh. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme serta kualitas layanan kebersihan di seluruh wilayah kota.

Di wilayah Cisaranten Kidul, program baru bernama “Sasapu Bandung” diluncurkan untuk mengatasi tiga permasalahan krusial: banjir, kurangnya pagar pengaman sungai, dan sistem pengolahan sampah yang belum optimal. Selama kegiatan siskamling siaga bencana ke-91, ditemukan tiga area rawan banjir di RW 05, RW 10, dan RW 14. Pemkot Bandung merencanakan penggalian sedimen dan pembuatan kirmir untuk mengembalikan aliran air ke Sungai Cisaranten Baru, sekaligus memperbaiki infrastruktur pengaman serta penerangan jalan.

🔖 Baca juga:
Bentrok Walenrang Ganggu Panen, Harga Gabah Anjlok dalam Dua Hari

Pengelolaan sampah di kelurahan tersebut juga mendapat sorotan. Meskipun terdapat rumah maggot, petugas pemilahan sampah (Gaslah), komposter RW, dan mesin olah runtah (Motah) yang memproses sekitar 9 ton sampah per hari, Wali Kota menekankan perlunya data yang lebih akurat. Saat ini, data limbah masih bersifat estimasi; penggunaan timbangan digital akan menjadi standar baru untuk mengukur volume sampah secara tepat.

Seiring indikasi awal krisis energi yang melanda Indonesia, Wali Kota Bandung memperkuat kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Langkah ini dirancang untuk menurunkan konsumsi BBM dalam operasional pemerintah serta mengurangi beban biaya energi yang terus naik. Selain WFH, Pemkot juga melakukan audit penggunaan listrik di kantor, menonaktifkan AC dan peralatan yang tidak diperlukan, serta memantau konsumsi listrik secara real‑time.

🔖 Baca juga:
Liburan Seru di Surabaya: Panduan Lengkap Jadwal Bioskop Surabaya Hari Ini

Berbagai inisiatif tersebut dirangkum dalam tabel berikut:

Program Tujuan Target
Bursa Kerja Mengurangi pengangguran Ribuan lowongan, 30% peningkatan penyerapan tenaga kerja
Sasapu Bandung Penanggulangan banjir & peningkatan kebersihan Penggalian sedimen, pemasangan kirmir, 9 ton sampah diproses harian
WFH ASN Efisiensi energi Pengurangan BBM 15%, penurunan konsumsi listrik 10%

Dengan rangkaian kebijakan yang terintegrasi, Wali Kota Bandung berusaha menata kembali struktur ekonomi kota, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menyiapkan Bandung sebagai kota yang tangguh menghadapi tantangan energi dan lingkungan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, melainkan juga menumbuhkan fondasi pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *