Kriminal

Tragedi Pengeroyokan Dangdut di Pati: Remaja 18 Tahun Bahu Patah, Dua Pelaku Masih Buron

×

Tragedi Pengeroyokan Dangdut di Pati: Remaja 18 Tahun Bahu Patah, Dua Pelaku Masih Buron

Share this article
Tragedi Pengeroyokan Dangdut di Pati: Remaja 18 Tahun Bahu Patah, Dua Pelaku Masih Buron
Tragedi Pengeroyokan Dangdut di Pati: Remaja 18 Tahun Bahu Patah, Dua Pelaku Masih Buron

GemaWarta – 23 April 2026 | Insiden pengerjaan kekerasan yang terjadi pada Selasa malam, 7 April 2026, menorehkan catatan kelam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang remaja berinisial AFI, berusia 18 tahun, dikeroyok tiga orang di jalan Desa Bulumulyo‑Kuniran, tepatnya di sebelah timur Gapura Japah, Kecamatan Batangan. Korban dipaksa menurunkan kecepatan kendaraannya, terjatuh, kemudian diserang hingga bahunya patah dan rahangnya retak.

Menurut keterangan Kapolsek Batangan AKP M. Setiawan, motif serangan berawal dari perselisihan pribadi yang memuncak pada sebuah konser dangdut yang digelar di sekitar wilayah tersebut. Salah satu pelaku, berinisial RH, diketahui memiliki dendam setelah terlibat perkelahian di arena musik tersebut. “Motifnya adalah dendam pribadi setelah berkelahi di acara dangdut,” ujar Setiawan pada Rabu, 22 April.

🔖 Baca juga:
Skandal Snapboost di Blora: 17 Korban Rugi Rp332 Juta, Benarkah Ada 700 Korban Lainnya?

RH berhasil ditangkap pada Senin, 20 April, di sebuah proyek pembangunan di Jepara. Polisi menyita sepeda motor yang dipergunakan pelaku saat aksi. Berdasarkan Pasal 262 ayat (2) KUHPidana, RH dijerat karena melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Sementara dua pelaku lainnya masih menjadi buronan, diduga melarikan diri ke Jawa Barat.

Modus operandi serangan tersebut terungkap melalui penyelidikan TKP. Pelaku mencegat korban, mengejar hingga menjatuhkan, dan kemudian melakukan pemukulan berulang hingga terjadi patah tulang dan retak pada rahang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun kondisi luka mengharuskan perawatan lanjutan dan menimbulkan kecemasan di kalangan warga setempat.

🔖 Baca juga:
Warga Jagakarsa Dikejutkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kali Ciliwung

Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan serupa yang melibatkan remaja di wilayah Jawa Tengah. Baru-baru ini, di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang pelajar berusia 16 tahun. Kedua peristiwa mengindikasikan pola kekerasan yang dipicu oleh konflik pribadi yang bereskalasi di lingkungan hiburan publik, seperti konser musik dangdut.

Polisi Pati terus melakukan upaya penangkapan terhadap dua tersangka yang masih melarikan diri. Sementara itu, aparat keamanan daerah menyerukan peningkatan pengawasan pada acara keramaian serta penegakan hukum yang tegas untuk mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.

🔖 Baca juga:
Drama Pengeroyokan Kades Lumajang: 8 Pelaku Ditangkap, Celurit‑Pisau Jadi Senjata Utama

Warga setempat berharap penyelidikan dapat menghasilkan keadilan bagi korban dan menjadi peringatan bagi komunitas untuk menahan amarah serta mengedepankan penyelesaian damai atas perselisihan. Upaya edukasi tentang bahaya kekerasan dan pentingnya kontrol emosi di kalangan remaja menjadi fokus utama dalam rangka mencegah tragedi serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *