GemaWarta – 21 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah usai, namun kontroversi di balik kemenangan Spanyol masih hangat dibicarakan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi sorotan karena penampilannya yang dianggap tidak pantas saat upacara penutupan. Trump tampaknya ingin menjadi bagian dari momen kemenangan Spanyol, namun malah mendapat sorakan ejekan dari penonton.
Trump tidak hanya mendapat sorakan ejekan, tetapi juga dikritik karena intervensinya dalam turnamen Piala Dunia. Ia pernah menelepon Gianni Infantino, Presiden FIFA, untuk memprotes pengeluaran kartu merah pemain Amerika, Folarin Balogun. Keputusan Infantino untuk membatalkan kartu merah tersebut menuai kontroversi dan dianggap sebagai bentuk intervensi yang tidak pantas.
Sementara itu, Gianni Infantino juga menjadi sorotan karena keputusannya untuk memberikan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Trump. Penghargaan ini dianggap sebagai bentuk pengakuan atas upaya Trump dalam menjaga perdamaian dunia, namun banyak yang menganggapnya sebagai keputusan yang tidak tepat.
Piala Dunia 2026 juga diwarnai dengan kontroversi lainnya, seperti keputusan untuk memperluas turnamen menjadi 48 tim. Keputusan ini dianggap sebagai langkah yang tepat oleh beberapa pihak, namun juga mendapat kritik dari lainnya. Alejandro Dominguez, Presiden CONMEBOL, bahkan mengumumkan bahwa Piala Dunia 2030 akan diadakan dengan 64 tim.
Kontroversi di balik kemenangan Spanyol juga tidak terlepas dari aksi pemain Argentina, Leandro Paredes, yang melakukan serangan fisik terhadap pemain Spanyol. Insiden ini menuai kecaman dari banyak pihak dan dianggap sebagai aksi yang tidak sportif.
Dalam kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah usai, namun kontroversi di balik kemenangan Spanyol masih hangat dibicarakan. Dari penampilan Trump yang dianggap tidak pantas hingga keputusan Infantino yang dianggap tidak tepat, turnamen ini telah meninggalkan banyak pertanyaan dan kritik.











