GemaWarta – 22 Juli 2026 | Pasar saham Asia mengalami kenaikan yang signifikan, dipimpin oleh indeks Kospi Korea Selatan yang melonjak lebih dari 5%. Kenaikan ini terjadi karena investor mulai optimis tentang prospek ekonomi dan sentimen positif di sektor teknologi.
Indeks Nikkei 225 Jepang juga mengalami kenaikan, meskipun tidak sebesar Kospi. Sementara itu, indeks acuan Australia ASX 200 naik 0,12%. Kontrak berjangka saham sedikit berubah pada perdagangan Selasa malam waktu setempat, karena investor menantikan laporan keuangan perusahaan.
Harga minyak mentah Brent naik 2% menjadi US$ 91,01 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 2% menjadi US$ 84,91. Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan.
Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average gained 385,38 poin, atau 0,74%, ke 52.224,64, sementara S&P 500 rallied 65,92 poin, atau 0,89%, ke 7.509,20. Nasdaq Composite closed 329,13 poin, atau 1,29%, lebih tinggi di 25.837,21.
Kesimpulan, kenaikan indeks Kospi dan sentimen positif di sektor teknologi menjadi pemicu utama kenaikan pasar saham Asia. Namun, kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan minyak dan ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.











