GemaWarta – 24 Juli 2026 | Pasar saham Indonesia pada hari Kamis, 23 Juli 2026, mengalami kenaikan yang signifikan, terutama didorong oleh peningkatan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melonjak 13,10% menjadi Rp 190 per saham. Kenaikan ini terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mengalami peningkatan. IHSG ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,311 pada penutupan perdagangan Kamis, dengan total nilai transaksi hari ini mencapai Rp23,64 triliun dan volume perdagangan 62,70 miliar lembar saham.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menyatakan bahwa kenaikan harga saham BUMI didorong oleh sentimen kehadiran Salim Group yang memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan, serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas. BUMI tetap memegang takhta sebagai produsen batu bara terbesar di Indonesia melalui anak usahanya, Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia.
Investor asing juga memainkan peran penting dalam kenaikan IHSG, dengan mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp164,60 miliar pada perdagangan sesi I. Saham PTRO menjadi incaran utama investor asing, diikuti oleh BUMI yang mencatat net buy Rp 94,23 miliar dengan volume 518,06 juta saham.
Di sisi lain, saham-saham lain seperti CUAN, DSSA, dan AMMN juga diborong asing dengan nilai beli bersih yang signifikan. Sementara itu, investor asing melakukan aksi distribusi terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk TPIA yang menjadi saham dengan net foreign sell terbesar pada sesi I.
IHSG terus melesat ke level 6.400 pada sesi I, didorong oleh sektor properti dan energi. Total nilai transaksi pasar saham mencapai Rp11,79 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 31,79 miliar saham. Dengan demikian, IHSG masih dalam tren positif hingga sesi I, Kamis, 23 Juli 2026.
Kesimpulan dari kenaikan IHSG dan harga saham BUMI ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh, terutama dengan adanya sentimen positif dari investor asing dan kehadiran grup bisnis besar seperti Salim Group. Namun, perlu diingat bahwa investasi saham selalu memiliki risiko, dan keputusan investasi harus dibuat berdasarkan analisis yang matang dan informasi yang akurat.











