GemaWarta – 24 Juli 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak 50 murid penyandang disabilitas beserta pendamping mengikuti perjalanan edukasi menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Stasiun Jatimulya.
Para murid tersebut terdiri dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 11 Jakarta, SLB Negeri 3 Jakarta, SLB B Sekolah Pangudi Luhur, dan SLB Santi Rama Fatmawati Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek mengenalkan transportasi publik sejak usia dini sekaligus memastikan bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan memperoleh pengalaman menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman.
Selama perjalanan, peserta diperkenalkan dengan tata cara menggunakan LRT Jabodebek, berbagai fasilitas layanan, serta edukasi mengenai keselamatan. Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan gigi oleh drg. Ambar Puspitasari, Sp.KGA, spesialis kedokteran gigi anak, Tim Kesehatan LRT Jabodebek, dan jajaran masing-masing.
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperluas akses pembelajaran bagi seluruh anak melalui pengalaman langsung menggunakan transportasi publik. "Transportasi publik bukan hanya sarana berpindah tempat, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar. Mereka dapat belajar mengenai disiplin waktu, keselamatan, kepedulian terhadap sesama, hingga pentingnya menggunakan transportasi publik," ujarnya.
Di lain sisi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menutup putaran Cakung pada Kamis 23 Juli 2026 untuk mengatasi kemacetan parah akibat truk kontainer. Kepala Dinas Perhubungan Budi Awaluddin mengalihkan arus truk kontainer menuju Terminal Tanah Merdeka yang berkapasitas dua ratus kendaraan.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 258.993.359 pelanggan selama Semester I 2026. Realisasi volume angkutan itu mengalami pertumbuhan sebesar 7,55 persen dibandingkan pencapaian Semester I 2025. Sebanyak 235.137.908 orang menggunakan layanan bersubsidi pemerintah atau setara 90,79 persen dari total pelanggan.
Dalam kesempatan yang sama, LRT Jabodebek juga mengalami peningkatan yang sangat pesat pada tahun ini. Layanan kereta layang tersebut sukses melayani sebanyak 16.018.911 penumpang atau tumbuh sebesar 22,84 persen.
Terlebih, LRT Jabodebek merupakan transportasi kereta api tercanggih saat ini di Indonesia dengan menggunakan teknologi Communication Based Train Control dengan sertifikasi grade of automation (GoA) level 3. Dengan memahami cara menggunakan transportasi massal sejak dini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan budaya disiplin, peduli keselamatan, serta terbiasa memilih moda transportasi yang aman dan ramah lingkungan.
Dalam beberapa waktu terakhir, LRT Jabodebek juga sempat mengalami gangguan perjalanan akibat salah satu sarana yang mati mendadak di Stasiun Cawang. Namun, petugas telah melakukan pengecekan dan mengarahkan pengguna untuk berpindah ke rangkaian berikutnya di Stasiun Cawang untuk melanjutkan perjalanan.
Kesimpulan, LRT Jabodebek telah menjadi salah satu transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk anak penyandang disabilitas. Dengan berbagai fasilitas layanan dan edukasi mengenai keselamatan, LRT Jabodebek dapat menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh masyarakat.











