Korupsi

Kasus Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Satwa Terlantar, Anggaran Disalahgunakan

×

Kasus Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Satwa Terlantar, Anggaran Disalahgunakan

Share this article
Kasus Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Satwa Terlantar, Anggaran Disalahgunakan
Kasus Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Satwa Terlantar, Anggaran Disalahgunakan

GemaWarta – 26 Juli 2026 | Kasus korupsi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah mencoreng nama lembaga konservasi yang seharusnya menjaga kesejahteraan satwa. Mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana pakan satwa yang mencapai Rp 10,2 miliar sejak 2016 hingga 2024.

Penyelewengan anggaran ini berdampak buruk pada penurunan fasilitas serta kesehatan satwa hingga menyebabkan kematian akibat kurangnya perawatan yang layak. Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengecam keras munculnya dugaan korupsi dana pakan satwa di KBS dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara ini tanpa pandang bulu.

🔖 Baca juga:
KPK Duga Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Beri Uang Melalui Ajudan Pangdam Tuanku Tambusai

Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) telah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan satwa di tengah sorotan publik terkait beredarnya informasi mengenai kondisi satwa di media sosial. Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan bahwa sebagai lembaga konservasi, KBS memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan kesehatan dan pemeliharaan satwa berjalan sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan satwa.

Upaya menjaga kondisi satwa tidak hanya dilakukan melalui pemberian pakan dan perawatan kesehatan, tetapi juga dengan memperhatikan aspek perilaku dan kondisi mental satwa. Salah satunya melalui program enrichment, yakni pemberian stimulasi agar satwa dapat menunjukkan perilaku alaminya.

🔖 Baca juga:
KPK Buka Peluang Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

PDTS KBS juga mengakui terdapat satwa yang mengalami kematian dalam periode pengelolaannya, namun manajemen memastikan kematian tersebut terjadi secara alami dan bukan disebabkan oleh kelalaian dalam perawatan. Angka kematian satwa dari tahun ke tahun tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dan masih dalam kategori yang wajar.

Anggota Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, meminta agar KBS ditutup sementara untuk memastikan operasional kembali sehat dan kelangsungan hidup satwa terjamin. Penutupan ini terkait kasus korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama KBS yang kini diusut Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

🔖 Baca juga:
Polisi Ungkap Kasus Korupsi dan Pengeroyokan di Jakarta dan Jogja

Kasus korupsi di KBS ini telah menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kesejahteraan satwa dan menuntut penanganan yang serius dari pihak berwenang. Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang dan kesejahteraan satwa dapat terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *