Ekonomi

Saham Perbankan Tertekan, BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ulang Tahun Blok M

×

Saham Perbankan Tertekan, BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ulang Tahun Blok M

Share this article
Saham Perbankan Tertekan, BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ulang Tahun Blok M
Saham Perbankan Tertekan, BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ulang Tahun Blok M

GemaWarta – 26 Juli 2026 | Saham-saham perbankan menjadi salah satu penopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan, namun berbalik tertekan menjelang akhir pekan. Pada perdagangan Jumat (24/7), IHSG kembali melemah dan sejumlah saham bank besar masih berada di zona merah.

Per Jumat (24/7/2026), BBCA berada di level Rp 6.275 per saham, BBRI turun 1% menjadi Rp 2.960, BMRI terkoreksi 5,71% menjadi Rp4.130, BBNI turun 2,22% menjadi Rp 3.520, dan BBTN melemah 4,37% menjadi Rp 1.205 per saham.

🔖 Baca juga:
Harga Sapi Kurban 2026 Meningkat, Petani Merasakan Kenaikan Pendapatan Lebih Cepat

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, saham-saham perbankan bergerak cukup fluktuatif sepanjang pekan ini. Menurutnya, sektor perbankan sempat menjadi salah satu penopang utama IHSG setelah investor merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperluas penetrasi bisnis digitalnya di sektor industri kreatif. Perseroan membidik peningkatan transaksi lewat aplikasi myBCA dalam acara myBCA JSD Blok M Festival 2026 yang digelar pada 31 Juli-2 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Blok M.

Adapun strategi yang digunakan perseroan untuk mendorong transaksi dengan memberikan berbagai promo bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan myBCA, mulai dari tiket masuk, pembayaran menggunakan QRIS hingga transaksi dengan kartu kredit.

🔖 Baca juga:
Simak Berita Terkini: Investasi Crypto, Rujak Juhi, Harga Emas, dan Becak Listrik Gratis

Kendati demikian, Senior Vice President BCA Adrian menyatakan pihaknya tidak menetapkan target nominal transaksi secara khusus dari acara ini. Dia mengatakan, fokus utama BBCA pada acara ini adalah memastikan festival berlangsung lancar dan menghadirkan pengalaman transaksi digital yang mudah bagi pengunjung.

Investor asing masih melakukan net sell di pasar saham Indonesia. Menurut Nafan, pelemahan tersebut lebih mencerminkan faktor teknikal dan rotasi sektor dibandingkan perubahan fundamental. Fundamental perbankan masih relatif solid, ditopang pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta ekspektasi pertumbuhan laba.

Memasuki pekan depan, Ekky memperkirakan saham perbankan masih bergerak fluktuatif. Meski demikian, prospek fundamental sektor perbankan masih cukup positif seiring pasar yang mulai mencermati laporan kinerja semester I-2026.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Melesat Setelah Perundingan Perdamaian AS-Iran Ditunda

Kesimpulan, saham perbankan masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan, namun perlu diwaspadai sentimen eksternal seperti rapat The Federal Reserve dan harga minyak mentah Brent yang kembali menembus US$ 100 per barel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *