GemaWarta – 26 Juli 2026 | Pasar saham Asia mengalami penurunan pada hari Jumat setelah penjualan saham teknologi di Wall Street karena kekhawatiran bahwa pengeluaran besar untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mungkin tidak menghasilkan return yang memadai. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 6% setelah saham-saham produsen chip mengalami penjualan besar-besaran.
Investor global mulai mempertanyakan apakah pengeluaran besar untuk AI akan menghasilkan return yang sesuai. Ini terjadi setelah Alphabet dan Tesla mengumumkan pengeluaran besar untuk AI, yang membuat investor khawatir bahwa pengeluaran tersebut tidak akan menghasilkan return yang memadai.
Indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari enam persen ke level intraday 6.650,41 sebelum memangkas sebagian kerugian dan ditutup di level 6.751,49. Saham produsen semikonduktor menjadi kontributor terbesar pelemahan Kospi. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar enam hingga sepuluh persen.
Investor asing menarik dana sebesar $137,36 miliar dari saham Asia pada paruh pertama tahun 2026, yang merupakan penarikan dana tercepat dalam 16 tahun. Ini menunjukkan bahwa investor mulai mempertanyakan apakah investasi AI masih layak dilakukan.
Di India, saham teknologi juga mengalami penurunan setelah Wall Street mengalami penjualan besar-besaran. Saham Infosys, Tech Mahindra, dan TCS turun hingga 3% pada hari Jumat.
Penurunan ini menunjukkan bahwa investor mulai khawatir tentang kemampuan perusahaan teknologi untuk menghasilkan return yang memadai dari investasi AI mereka. Ini juga menunjukkan bahwa investor mulai mempertanyakan apakah investasi AI masih layak dilakukan.











