GemaWarta – 28 Juli 2026 | Pengusaha nasional Hapsoro Sukmonohadi, atau yang dikenal dengan nama Happy Hapsoro, baru-baru ini melakukan pembelian saham di PT Singaraja Putra Tbk (SINI) senilai Rp 17,26 miliar. Dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Happy Hapsoro membeli sebanyak 3,45 juta saham di emiten tersebut pada 23 Juli lalu.
Transaksi pembelian saham tersebut dilakukan melalui mekanisme pembelian langsung dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 5.000 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 17,26 miliar. Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi, seperti yang dinyatakan oleh Hapsoro dalam laporannya.
Aksi ini meningkatkan jumlah saham yang dimiliki Hapsoro di SINI dari 43,29 juta saham menjadi 46,74 juta saham, atau bertambah 3,45 juta saham. Namun, porsi kepemilikan atau hak suaranya justru turun dari 9% menjadi 3,89% karena jumlah saham beredar perseroan meningkat secara signifikan setelah SINI menyelesaikan aksi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue beberapa waktu lalu.
Happy Hapsoro juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan akan mempertahankan pengendalian atas perseroan. Aksi pembelian saham tersebut dapat dilihat sebagai sinyal bahwa Hapsoro masih mempertahankan komitmennya terhadap prospek jangka panjang SINI.
Sementara itu, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, kembali menyiapkan langkah ekspansi di sektor hulu migas. Emiten ini tengah menjajaki rencana akuisisi aset migas di Australia hingga Malaysia. Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, mengatakan bahwa penjajakan tersebut masih tahap awal dan belum mengarah pada keputusan akuisisi.
RATU saat ini memang tengah giat mengebut ekspansi. Sebelumnya, Chief Financial Officer (CFO) Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, mengatakan perusahaan juga membidik sejumlah aset ladang minyak di Thailand, Turki, Irak hingga Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan strategi akuisisi tetap menjadi fokus utama RATU untuk mendorong pertumbuhan anorganik.
Adrian mengatakan RATU berharap dapat merealisasikan sebagian akuisisi dari target-target ladang migas itu tahun ini apabila kondisi pasar mendukung. Namun, kata Adrian, hingga saat ini proses negosiasi masih menghadapi tantangan akibat tingginya harga minyak dunia.
Di sisi kinerja keuangan, Adrian mengatakan RATU menargetkan laba bersih sebesar US$ 26,75 juta pada 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta. Sementara itu, pendapatan diperkirakan relatif stabil di kisaran US$ 51 juta.
Kesimpulan, Happy Hapsoro terus memperkuat posisinya di PT Singaraja Putra Tbk dengan membeli saham senilai Rp 17,26 miliar. Sementara itu, PT Raharja Energi Cepu Tbk, yang terafiliasi dengan Hapsoro, juga menyiapkan langkah ekspansi di sektor hulu migas dengan menjajaki rencana akuisisi aset migas di Australia hingga Malaysia.









