GemaWarta – 28 Juli 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menghadapi sorotan tajam akibat berbagai kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan pegawai di lembaga tersebut. Namun, di tengah kesulitan ini, BGN berusaha meningkatkan transparansi dan mengatasi korupsi dengan berbagai upaya.
Kepala BGN, Sudaryono, telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan sistem digital yang memungkinkan orang tua memantau menu makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi dan mempermudah masyarakat memperoleh data mengenai implementasi Program MBG.
Selain itu, BGN juga telah menutup sebanyak 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia karena tidak memenuhi standar kebersihan dan sanitasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas layanan MBG dan meningkatkan keselamatan pangan bagi penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, turut mendukung upaya ini dan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG. Ia berharap bahwa dengan sistem digital yang baru, orang tua dapat memantau menu makanan yang disajikan dan memastikan bahwa anak-anak mereka menerima makanan yang seimbang dan bergizi.
Upaya BGN untuk meningkatkan transparansi dan mengatasi korupsi juga mendapat perhatian dari kalangan hukum. Kuasa hukum eks Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, telah mengkritik prosedur penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, dengan menilai bahwa tindakan tersebut terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam upaya untuk memperbaiki tata kelola BGN, Sudaryono telah memberhentikan ratusan pegawai yang bermasalah dan menargetkan untuk memecat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang terlibat dalam kasus korupsi.
Dalam kesimpulan, upaya BGN untuk meningkatkan transparansi dan mengatasi korupsi merupakan langkah yang positif dalam memperbaiki tata kelola lembaga dan meningkatkan kualitas layanan MBG. Dengan sistem digital yang baru dan upaya untuk memperbaiki tata kelola, BGN berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan efektif dan efisien.









