Kriminal

Polisi Sleman Lacak Debt Collector Pinjol yang Jebak Ambulans dan Damkar, Nomor Terdeteksi di Sumut

×

Polisi Sleman Lacak Debt Collector Pinjol yang Jebak Ambulans dan Damkar, Nomor Terdeteksi di Sumut

Share this article
Polisi Sleman Lacak Debt Collector Pinjol yang Jebak Ambulans dan Damkar, Nomor Terdeteksi di Sumut
Polisi Sleman Lacak Debt Collector Pinjol yang Jebak Ambulans dan Damkar, Nomor Terdeteksi di Sumut

GemaWarta – 24 April 2026 | Polisi Resor Sleman (Polresta Sleman) terus menyelidiki kasus unik yang melibatkan debt collector pinjol. Pada Rabu, 22 April 2026, sebuah ambulans dan tim pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Sleman dipanggil ke sebuah indekos di Caturtunggal, Depok, dengan laporan fiktif. Ambulans ditugaskan menjemput pasien, sedangkan damkar menerima permintaan evakuasi ular. Sesampainya di lokasi, korban menemukan bahwa tidak ada pasien maupun ular; laporan tersebut ternyata palsu.

Setelah menelusuri jejak telepon yang mengirimkan perintah, petugas menemukan bahwa penelepon mengaku berasal dari sebuah perusahaan pinjaman online. Dalam percakapan lanjutan, pelaku tetap menuntut agar ambulans dan damkar menagih utang kepada debitur yang tidak ada di sana. Modus ini menandakan strategi debt collector pinjol yang menggunakan layanan darurat untuk menakut‑nanti atau memaksa pembayaran utang.

🔖 Baca juga:
Skandal Snapboost di Blora: 17 Korban Rugi Rp332 Juta, Benarkah Ada 700 Korban Lainnya?

Kombes Pol Adhitya Panji Anom, Kapolresta Sleman, menyatakan bahwa tim Satreskrim Polresta kini telah mengumpulkan keterangan dari driver ambulans, anggota damkar, serta saksi di lapangan. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran nomor telepon yang dipakai pelaku. Hasil sementara menunjukkan nomor tersebut berada di wilayah Sumatera Utara,” ujar Adhitya pada Jumat, 24 April 2026.

Informasi serupa juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan. Ia menegaskan bahwa nomor telepon yang digunakan telah berhasil diidentifikasi dan kini berada dalam proses pelacakan digital. “Petugas tengah memeriksa data teknis nomor tersebut untuk mengungkap identitas pelaku,” tambahnya.

Kasus ini tidak terbatas pada Sleman. Di Semarang, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melaporkan adanya prank serupa yang menuduh kebakaran sebuah warung nasi goreng. Setelah ditelusuri, nomor yang mengirimkan laporan palsu ternyata juga terdeteksi berada di Sleman. Sekretaris Dinas, Ade Bhakti Ariawan, menjelaskan bahwa nomor tersebut kini tidak aktif dan tidak ada indikasi permintaan maaf dari pelaku.

🔖 Baca juga:
Misteri Kematian Ashlee Jenae di Zanzibar: Mengungkap Peran Pacar dalam Tragedi yang Mengguncang Dunia Influencer

Polisi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika berurusan dengan layanan pinjol. Warga diminta memastikan bahwa perusahaan pinjaman online terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melaporkan segala indikasi penipuan atau modus penagihan tidak sah ke 110 atau kantor polisi terdekat.

Berikut rangkaian langkah yang diambil oleh Polresta Sleman dalam penanganan kasus ini:

  • Pengumpulan keterangan langsung dari driver ambulans dan anggota damkar.
  • Pemeriksaan rekaman panggilan dan data log telepon yang digunakan pelaku.
  • Pelacakan digital nomor telepon hingga terdeteksi berada di Sumatera Utara.
  • Koordinasi dengan Polda DIY untuk analisis teknis lebih mendalam.
  • Imbauan publik untuk berhati‑hati dalam berurusan dengan pinjol.

Sampai saat ini, belum ada penangkapan atau penahanan terhadap pihak mana pun. Polisi tetap memantau perkembangan dan berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikan selanjutnya. Kasus ini menjadi peringatan penting tentang cara debt collector pinjol dapat memanfaatkan layanan publik untuk menekan korban, serta menyoroti perlunya regulasi lebih ketat pada praktik penagihan utang di era digital.

🔖 Baca juga:
Penggelapan Dana Fuji: Kronologi Mantan Karyawan Curik Miliaran, Beli Mobil untuk Mantan, dan Dampak Psikologis Perusahaan

Dengan menggabungkan laporan dari beberapa daerah, penyelidikan ini menegaskan bahwa modus penipuan melalui layanan darurat bukanlah fenomena terisolasi. Upaya bersama antara aparat keamanan, layanan darurat, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghentikan praktik tidak etis ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *