Ekonomi

Bank Indonesia: Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

×

Bank Indonesia: Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

Share this article
Bank Indonesia: Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia: Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

GemaWarta – 31 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026.

BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%, serta mempertahankan suku bunga Deposit Facility di 4,75% dan Lending Facility di 6,50%. Keputusan ini merupakan bagian dari bauran kebijakan yang tetap berorientasi pada stabilitas di tengah ketidakpastian global yang kembali meningkat.

🔖 Baca juga:
IHSG Anjlok 6,61% dalam Seminggu, Investor Asing Kabur Besar, Kapitalisasi Pasar Turun 6,59%

Menurut Perry, fokus utama kebijakan moneter saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi 2026-2027 berada dalam sasaran 2,5±1%. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik tetap berada pada kisaran 4,9%-5,7% tahun ini.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal soal Gubernur Bank Indonesia (BI) baru. Prabowo mengatakan bahwa keputusan tentang Gubernur BI harus diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

🔖 Baca juga:
Demo Mahasiswa di Blitar Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terlibat Bentrokan

Dalam konteks ini, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Namun, keputusan akhir tentang Gubernur BI definitif akan ditentukan oleh DPR melalui proses fit and proper test.

Ekonom memandang keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Mereka juga menilai bahwa ruang untuk kembali menaikkan suku bunga mulai terbatas setelah BI melakukan kenaikan agresif sebesar 100 basis poin dalam dua bulan terakhir.

🔖 Baca juga:
Upaya Penyelamatan Gajah Sumatra dan Kalimantan: Prabowo Siap Keluarkan Inpres

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah sempat mengalami tekanan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Namun, BI yakin bahwa kebijakan moneter yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kebijakan moneter BI dan implikasinya terhadap perekonomian nasional. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *