Ekonomi

Harga Pertamax Turun, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

×

Harga Pertamax Turun, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

Share this article
Harga Pertamax Turun, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat
Harga Pertamax Turun, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

GemaWarta – 31 Juli 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat. Memasuki Juli 2026, PT Pertamina (Persero) masih memberlakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang telah resmi berlaku sejak 1 Juli 2026 di seluruh SPBU Pertamina. Pada periode ini, sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga sehingga memberikan angin segar bagi para pengguna kendaraan.

Jenis yang mengalami penyesuaian antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 dipastikan tetap atau tidak mengalami perubahan. Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini dipatok Rp19.300 per liter. Angka tersebut turun cukup signifikan dari sebelumnya Rp20.750 per liter.

🔖 Baca juga:
INVI Perluas Ekosistem Bus Listrik dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Penurunan juga terjadi pada Dexlite yang kini dijual Rp19.700 per liter, lebih murah dibanding harga sebelumnya yang mencapai Rp23.000 per liter, atau turun harga Rp 3.300. Sedangkan Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.150 per liter, turun dari harga lama sebesar Rp24.800 per liter.

Di sisi lain, Pertamax masih bertahan di harga Rp16.250 per liter tanpa mengalami perubahan. Hal serupa juga berlaku untuk Pertamax Green 95 yang tetap dijual Rp17.000 per liter.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Turun Signifikan, Terendah Sejak Maret 2026

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pergerakan harga minyak dunia. Saat ini, harga minyak dunia kembali turun setelah sebelumnya sempat naik menembus level USD100 per barel. Tercatat, harga minyak mentah Brent di level USD83,86 per barel dan minyak mentah WTI menjadi USD80,73 per barel.

Kementerian ESDM menghitung rata-rata dari harga minyak dunia. Apabila menunjukkan penurunan dibandingkan periode-periode sebelumnya, maka Pertamina akan menurunkan harga Pertamax. Selain itu, pemerintah menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.

🔖 Baca juga:
Harga BBM Pertamina 25 Juli 2026: Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo Mengalami Perubahan

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, perlu diingat bahwa harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada pergerakan harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah.

Untuk itu, masyarakat perlu terus memantau informasi terkini tentang harga BBM dan kebijakan pemerintah terkait energi. Dengan demikian, mereka dapat membuat keputusan yang tepat dalam menggunakan kendaraan dan menghemat biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *