GemaWarta – 02 Agustus 2026 | Singapore Airlines (SIA) Group mencatat rekor 10,9 juta penumpang pada kuartal pertama tahun 2026, meski harus menghadapi lonjakan biaya bahan bakar hingga 78,5 persen. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat tidak menyurut meskipun harga avtur melonjak.
Maskapai ini mengangkut 10,9 juta penumpang pada kuartal pertama tahun keuangan FY2026/27 April-Juni 2026. Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama pada sebelumnya. Faktor keterisian kursi tercatat mencapai 87,1 persen, hanya turun tipis 0,5 poin persen meski kapasitas penerbangan bertambah 5,9 persen.
Di balik tingginya permintaan tersebut, SIA Group menghadapi tekanan besar dari melonjaknya harga avtur. Total biaya bahan bakar bersih naik 78,5 persen yang dipicu kenaikan harga minyak dunia, setelah pecahnya konflik di Timur Tengah pada Februari 2026.
Biaya bahan bakar bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat atau 118,7 persen, seiring melonjaknya harga avtur. Akibatnya, laba operasional SIA Group turun sebesar 73,8 persen yang juga dipengaruhi oleh kerugian Air India.
Permintaan perjalanan udara diperkirakan tetap kuat pada kuartal-kuartal berikutnya, meskipun tidak dipungkiri bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi tantangan utama. Dalam menghadapi hal ini, Singapore Airlines berusaha untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpangnya.
Singapore Airlines juga berencana untuk meningkatkan kapasitas penerbangan dan membuka rute baru untuk memenuhi permintaan penumpang yang terus meningkat. Dengan demikian, diharapkan SIA dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia.
Kesimpulan, Singapore Airlines berhasil mencatat rekor penumpang meskipun menghadapi tantangan harga avtur melonjak. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini tetap fokus pada pelayanan penumpang dan berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan demi memenuhi kebutuhan penumpang.









